LP2M dan Kauje Bahas Kronik Pandemi Covid-19 Bareng Alumni di Tiga Benua
Webinar menghadirkan Profesor Achmad Subagio, Ketua LP2M yang tertahan di Nigeria karena penerbangan internasional belum beroperasi. Menurutnya, jumlah penderita positif Covid-19 di Nigeria dan negara lain di benua Afrika mulai merangkak naik.
Penambahan jumlah korban ini dikarenakan belum banyak masyarakat Nigeria yang paham bahaya Covid-19 dan bagaimana cara mencegah. Banyak warga abai anjuran social dan physical distancing atau keharusan memakai masker seperti disarankan pemerintah.
"Apalagi masyoritas warga Nigeria masih rendah taraf pendidikannya, ditambah sanitasi barang mewah di sini,” kata Achmad, yang telah tertahan tiga bulan di negara itu.
Menurut dia, Pemerintah Nigeria bukan tanpa usaha. Sejak 21 April, pemerintah telah melaksanakan lockdown total di beberapa kota besar, seperti Lagos dan Abudja. Jam malam pun diberlakukan secara ketat, dimana warga hanya bisa beraktivitas secara terbatas mulai jam 7 pagi hingga jam 2 siang. Warga yang melanggar aturan akan berurusan dengan polisi dan militer.
Langkah ini ternyata cukup efektif menahan laju penambahan korban Covid-19. Tapi dampaknya terjadi masalah sosial dan ekonomi, banyak warga di kota besar yang tak bisa bekerja sehingga mengalami kekurangan pangan.