Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Aktivis Luke Susilo Ungkap Dianiaya Orang Tak Dikenal usai Kawal Sidang Ijazah Jokowi
Advertisement . Scroll to see content

Luke Susilo Sebut Kesaksian Jokowi di Sidang Janggal, Pertanyakan Foto Wisuda UGM

Minggu, 08 November 2026 - 07:30:00 WIB
Luke Susilo Sebut Kesaksian Jokowi di Sidang Janggal, Pertanyakan Foto Wisuda UGM
Aktivis Terjal Luke Susilo. (Foto: Ari Sandita Murti)
Advertisement . Scroll to see content

"Ini sudah berjalan satu setengah tahun lebih sejak laporan dibuat. Sangat tidak masuk akal jika penyidik atau pihak terkait masih belum mengusut dari mana sumber foto asli tersebut berasal. Dulu pada 2022 saat isu ini mencuat, pihak UGM memamerkan foto ijazah via proyektor. Mengapa tidak ditelusuri siapa yang mengunggah atau memegang file aslinya saat itu?" tegas Luke.

Dia juga menyinggung dugaan kebocoran dokumen dari lingkaran terdekat. Luke menyebut, sebelum akun Dian Sandi mengunggah foto ijazah pada 1 April 2025, terdapat akun lain, seperti Ahmad Kriwil dan Handik Hermanto, yang mengunggah foto serupa sehari sebelumnya, yakni 31 Maret 2025.

Berkas tersebut, menurut Luke, diduga bermula dari unggahan Facebook milik Pronojiwo, sosok yang disebutnya sebagai saksi hidup dan pernah bekerja bersama Jokowi di Aceh.

Luke turut menyoroti belum adanya pembuktian berbasis scientific crime investigation dari pihak-pihak terkait, khususnya mengenai tuduhan kemiripan wajah pada ijazah yang menyeret nama Dumatno.

"Penegakan hukum mestinya berbasis sains. Jika pihak terduga menyatakan foto di ijazah itu bukan milik Pak Dumatno, harus dibuktikan secara saintifik perbedaan persentase struktur wajah masa muda Pak Dumatno dengan foto di ijazah. Bukan sekadar menunjuk foto lalu menetapkan tersangka. Jangan sampai ada pihak yang lari dari tanggung jawab penjelasannya," tegas Luke.

Luke juga menyayangkan narasi mengenai 'kejutan bukti kunci' yang kerap disampaikan pihak pelapor. Menurutnya, hal tersebut belum terbukti saat Jokowi hadir dalam persidangan.

Dia menilai, publik masih membutuhkan bukti pembanding yang autentik, seperti dokumentasi lengkap wisuda lintas angkatan Fakultas Kehutanan UGM pada November 1985, agar polemik tersebut dapat dijelaskan secara transparan.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut