Mahfud Minta Anaknya Karantina Covid : Kalau Keluar Ada Kasus, Saya Kasih ke Aparat
JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Poltik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, meminta anak dan cucunya yang pulang dari Belanda untuk menjalani karantina Covid-19. Mereka diminta tidak usah menyebut ayahnya seorang menteri.
"Anak saya dan cucu saya pulang dari Netherlands saya suruh karantina. Nggak usah nyebut, bahwa kamu anak saya, karantina. Kalau mau lebih mudah teknisnya saya suruh urus, kan teknisnya saja," kata Mahfud dalam sambutannya pada acara Rakornas Satgas Saber Pungli di Hotel Arya Duta Jakarta Pusat, Rabu (15/12/2021).
"Padahal saya sudah ingin ketemu dengan cucu, dengan anak, dengan mantu ingin kumpul. Sudah 10 hari dulu di hotel jangan keluar, kalau nanti keluar terus ada kasus, saya yang ngasih kan kamu ke aparat," sambungnya.
Menurut Mahfud, ketaatan hukum dan aturan yang berlaku harus dimulai dari diri sendiri. Menurutnya, sikapnya itu merupakan bentuk ketakutan pada moral keagamaan yang diyakininya, sebagai aspek lain dari pengamalan Pancasila dalam kehidupan.
"Ya kita harus mulai dari kita sendiri, bukan karena sombong justru karena takut, takut pada itu tadi. Hukum sih mungkin bisa diatur, tolong deh salah-salah kecil kan bisa diindustrrikan, tapi moral nggak bisa," katanya.
Mahfud sempat menyinggung kasus selebgram/artis yang melarikan diri dari karantina usai pulang dari luar negeri. Lalu artis tersebut menyetorkan uang dan adanya oknum ASN yang terlibat.
"Baru saja kita mendengar seorang artis lari, nggak ikut karantina, ditangkap oleh polisi, di pengadilan terbukti dia membayar Rp40 juta kepada petugas. Petugas ini pegawai swasta, tetapi nyetornya ke seorang ASN, nah itu pungli," ujar Mahfud.
Dia mengungkapkan masih ada oknum yang berupaya mencari celah untuk pungli. "Jadi masih ada saja yang curi-curi, meskipun secara umum sudah berkali-kali saya katakan, sudah mulai atau jauh berkurang," katanya.
Editor: Faieq Hidayat