Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BPS Catat Inflasi November 0,17 Persen, Harga Pangan Stabil Jelang Akhir Tahun
Advertisement . Scroll to see content

Menakar Peluang Indonesia Menuju Swasembada Pangan

Minggu, 07 Desember 2025 - 08:24:00 WIB
Menakar Peluang Indonesia Menuju Swasembada Pangan
Ketahanan pangan menjadi elemen penting bagi Indonesia. Namun, terdapat tantangan besar dalam memastikan kebutuhan pangan tetap terpenuhi. (Foto: SINDO)
Advertisement . Scroll to see content

Dia menguraikan, sekitar 12 juta ton gandum selama ini diimpor atau 100 persen untuk pemenuhan di dalam negeri. Pasalnya, Indonesia kesulitan untuk dapat menanam komoditas tersebut terkait dengan bentang alam.

"Contoh sederhana saja, dari 34 juta ton itu ada 12 juta ton gandum. Bagaimana kita bisa memproduksi itu? Karena gandum memerlukan ketinggian tertentu kalau ditanam di Indonesia dan produksinya berapa?" katanya.

Kemudian, komoditas bawang putih yang sampai saat ini masih 100 persen impor. Selain itu, kedelai di RI mayoritas masih melalui impor atau mencapai 97 persen.

"Total impor kedelai, ketergantungan kita terhadap kedelai impor baik untuk konsumsi (biji) maupun bungkil untuk industri makanan dan minuman, itu 97 persen, kebutuhan kedelai kita harus impor," ucapnya.

Begitu juga untuk komoditas susu, di mana Indonesia masih mengimpor 82 persen untuk kebutuhan dalam negeri, lalu gula sekitar 70 persen impor, serta daging sapi 50 persennya dari pengadaan luar negeri.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut