JAKARTA, iNews.id - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengaku prihatin masih ada kepala daerah yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT), meski telah mengikuti retret dan berbagai pembinaan pencegahan korupsi. Pernyataan tersebut disampaikan Tito setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini.
Menurut Mendagri Tito, pemerintah telah membekali para kepala daerah sejak awal masa jabatan. Pembekalan tersebut mencakup tata kelola pemerintahan, pencegahan korupsi hingga pengelolaan keuangan daerah yang lebih transparan.
Soroti OTT Bupati Lombok Barat, Mendagri: Pembekalan dan Transparansi Sistem Tak Cukup Tanpa Integritas
Selain mengikuti retret, para kepala daerah juga telah beberapa kali mendapat pembinaan dari pemerintah pusat. Mereka bahkan pernah dikumpulkan bersama Presiden Prabowo Subianto di Sentul.
Namun, Tito menyayangkan dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan pemerintahan daerah masih kembali terjadi.
Tiba di Gedung Merah Putih Langsung Bungkam, Bupati Lombok Barat Bawa Tas Hitam Usai Terjaring OTT KPK
“Kemudian juga pembinaan-pembinaan telah dilakukan, pernah dikumpulkan juga oleh Bapak Presiden di Sentul, masih terjadi juga,” kata Tito di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/7/2026).