Mendikbud Izinkan Pembelajaran Tatap Muka, Ini Syaratnya

Rizqa Leony Putri ยท Senin, 30 November 2020 - 19:31:00 WIB
Mendikbud Izinkan Pembelajaran Tatap Muka, Ini Syaratnya
Mendikbud Nadiem Makarim. (Foto: Sindonews)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah mengumumkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama (Menag), Menteri Kesehatan (Menkes), serta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19. Melalui SKB ini pemerintah mengizinkan pembelajaran tatap muka bila telah memenuhi syarat.

Dalam SKB tersebut, pemerintah melakukan penyesuaian kebijakan untuk memberikan penguatan peran pemerintah daerah/kantor wilayah (kanwil)/ kantor Kementerian Agama (Kemenag) sebagai pihak yang paling mengetahui dan memahami kondisi, kebutuhan, dan kapasitas daerahnya. Pemberian kewenangan penuh dalam menentukan izin pembelajaran tatap muka tersebut berlaku mulai semester genap tahun ajaran dan tahun akademik 2020/2021 pada Januari 2021.

Penyesuaian kebijakan ini diambil sesuai hasil evaluasi yang dilakukan bersama kementerian dan lembaga terkait serta masukan dari para kepala daerah serta para pemangku kepentingan di bidang pendidikan. Masukan tersebut pada prinsipnya menyatakan, meskipun pembelajaran jarak jauh sudah terlaksana baik, tetapi terlalu lama tidak melakukan pembelajaran tatap muka juga akan berdampak negatif bagi anak didik.

Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan, keputusan pemerintah pusat berdasarkan permintaan daerah. Pada prinsipnya, kebijakan pendidikan di masa pandemi Covid-19 tidak berubah.

Menurut Nadiem, kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat tetap merupakan prioritas utama. Karena itu, meski pemerintah daerah diberikan kewenangan penuh, kebijakan pembelajaran tatap muka tetap dilakukan secara berjenjang, mulai dari penentuan pemberian izin oleh pemerintah daerah/kanwil/ kantor Kemenag, pemenuhan daftar periksa oleh satuan pendidikan, serta kesiapan menjalankan pembelajaran tatap muka.

“Orang tua memiliki hak penuh untuk menentukan. Bagi orang tua yang tidak menyetujui anaknya melakukan pembelajaran tatap muka, peserta didik dapat melanjutkan pembelajaran dari rumah secara penuh,” kata Nadiem pada pengumuman SKB Empat Menteri tersebut secara virtual, Jumat (20/11/2020).

Editor : Zen Teguh