Mengejutkan! Kasus Percobaan Bunuh Diri Pelajar di Indonesia Naik 2,7 Kali Lipat
Menurut dia, kelompok usia 11 hingga 17 tahun menjadi salah satu kelompok yang rentan mengalami persoalan tersebut. Kondisi ini menunjukkan pentingnya perhatian terhadap kesehatan jiwa pelajar dan remaja.
Dante menegaskan isu kesehatan jiwa di Indonesia tidak boleh dipandang sebelah mata. Gangguan jiwa dapat memberikan dampak besar terhadap kualitas hidup seseorang, bahkan berada di posisi kedua secara keseluruhan setelah gangguan muskuloskeletal atau gangguan otot dan rangka.
"Dampaknya gangguan jiwa itu besar dan mempengaruhi kualitas hidup. Kalau kualitas hidup itu diukur, ternyata gangguan jiwa itu menempati urutan kedua, di atas penyakit jantung, pembuluh darah, diabetes. Yang pertama gangguan otot dan rangka, gangguan jiwa itu nomor dua mempengaruhi kualitas hidup. Ini begitu pentingnya, orangnya kelihatan sehat tapi kualitas hidupnya itu tidak maksimal karena mereka mengalami gangguan jiwa," ujarnya.
Melihat kondisi tersebut, Kemenkes mendorong deteksi dan intervensi dini dilakukan di berbagai lini masyarakat. Langkah ini dinilai penting agar persoalan kesehatan jiwa pada anak dan remaja dapat diketahui serta ditangani sebelum berkembang menjadi lebih serius.
"Karena itu kita perlu menemukan lebih dini. Karena semakin dini kita menemukan, kualitas hidupnya bisa diperbaiki, percobaan bunuh diri menjadi lebih kecil, dan kita bisa mengevaluasi ini di semua lini," kata Dante.