Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo Ingatkan Jajarannya Harus Paham Pasal 33 UUD 45: Kalau Tidak, Keluar Saja!
Advertisement . Scroll to see content

Mengkaji Penyelesaian Konflik Natuna

Minggu, 05 Januari 2020 - 09:38:00 WIB
Mengkaji Penyelesaian Konflik Natuna
Pengamat militer dan intelijen, Susaningtyas NH Kertopati. (Foto: Istimewa).
Advertisement . Scroll to see content

Dari perspektif keamanan, maka Indonesia melalui ASEAN dapat berupaya mempercepat penyelesaian Code of Conduct (COC) di Laut China Selatan antara angkatan laut ASEAN dengan angkatan laut China. Dengan berlakunya COC, masing-masing angkatan laut menerapkan mekanisme pencegahan konflik di laut.

Mekanisme COC ini sangat penting untuk meredam eskalasi konflik untuk tidak meningkat menjadi perang. Pihak yang berkepentingan dengan COC juga bisa lebih dibuka tidak hanya antarangkatan laut tapi juga bisa antar-Coast Guard dan antarangkatan udara. Jadi kapal-kapal perang angkatan laut, kapal-kapal Coast Guard dan pesawat tempur angkatan udara ASEAN dan China semuanya menghormati COC.

Dari perspektif diplomasi, sangat penting untuk menjabarkan 4 pernyataan Menteri Luar Negeri (Menlu) RI dalam menghadapi situasi terkini. Diplomasi luar negeri yang ditunjukkan oleh Menlu RI, yakni implementasi kebijakan pemerintah untuk lebih mengedepankan diplomasi dan negosiasi dengan tetap memprioritaskan kepentingan nasional Indonesia.

Dengan pernyataan resmi Menlu, Kementerian Pertahanan (Kemhan) dapat menindaklanjuti dengan diplomasi pertahanan, Markas Besar (Mabes) TNI menindaklanjuti dengan diplomasi militer dan Markas Besar TNI Angkatan Laut (Mabesal) menindaklanjuti dengan diplomasi angkatan laut.

Jadi, sangat penting pertemuan antarmenhan kedua negara, bahkan pertemuan bilateral antarpanglima angkatan bersenjata dan pertemuan bilateral antarpanglima angkatan laut.

Adanya Pangkogabwilhan-l yang membawahi wilayah perairan Laut Natuna, bisa saja diatur pertemuan bilateral dengan Panglima Komando Gabungan China di wilayah selatan.

Lebih penting lagi tugas Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI yang baru untuk segera ke Beijing membahas insiden Laut Natuna ini langsung dengan Chief of CCG. Sangat diharapkan Kepala Bakamla RI mampu berdiplomasi meyakinkan CCG untuk lebih menghormati ZEE Indonesia di Laut Natuna.

Editor: Kurnia Illahi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut