Menkes Terawan Terbitkan Pedoman PSBB, Ini 6 Kegiatan yang Dibatasi

Felldy Utama ยท Sabtu, 04 April 2020 - 21:57 WIB
Menkes Terawan Terbitkan Pedoman PSBB, Ini 6 Kegiatan yang Dibatasi

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (15/02/2020). (Foto: Antara/Andi Firdaus)

JAKARTA, iNews.id - Pedoman pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk mempercepat penanganan virus corona dikeluarkan oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto, Sabtu (4/4/2020). Pedoman itu tertuang dalam Permenkes Nomor 9 Tahun 2020.

Salah satu yang diatur dalam pedoman itu adalah enam jenis kegiatan yang dibatasi dalam PSBB. Detail mengenai kegiatan-kegiatan yang dibatasi dalam PSBB tertuang dalam Pasal 13.

Enam jenis kegiatan tersebut yaitu peliburan sekolah dan tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan serta pembatasan kegiatan di tempat umum atau fasilitas umum. Lalu pembatasan kegiatan sosial dan budaya, pembatasan moda transportasi serta pembatasan kegiatan lainnya khusus terkait aspek pertahanan dan keamanan.

"Pelaksanaan PSBB yang dimaksud dilaksanakan selama masa inkubasi terpanjang dan dapat diperpanjang jika masih terdapat bukti penyebaran," bunyi ayat (2) Pasal 13.

Dalam ayat (3) dijelaskan apa yang dimaksud peliburan sekolah dan kantor. Peliburan tempat bisa dikecualikan bagi kantor atau instansi strategis yang memberikan pelayanan terkait pertahanan dan keamanan, ketertiban umum, kebutuhan pangan, bahan bakar minyak dan gas, pelayanan kesehatan, perekonomian, keuangan, komunikasi, industri, ekspor dan impor, distribusi, logistik, dan kebutuhan dasar lainnya.

Lalu pembatasan kegiatan keagamaan bisa dilakukan di rumah dan dihadiri anggota keluarga yang terbatas. Sekaligus memperhatikan jarak antarorang.

"Selain dimaksud pada ayat (4), kegiatan keagamaan dilaksanakan dengan berpedoman pada peraturan perundang-undangan dan fatwa atau pandangan lembaga keagamaan resmi yang diakui pemerintah," bunyi ayat (5) Pasal 13.

Lalu pembatasan kegiatan di fasilitas umum dimaksudkan agar ada pengurangan orang dan pengaturan jarak. Pembatasan di tempat umum tersebut dapat dikecualikan untuk supermarket, minimarket, pasar, toko atau tempat penjualan obat-obatan dan peralatan medis, kebutuhan pangan, barang kebutuhan pokok, barang penting serta bahan bakar minyak gas dan energi.

Kemudian fasilitas kesehatan atau fasilitas lain dalam rangka pemenuhan pelayanan kesehatan juga dikecualikan. Serta fasilitas umum untuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat termasuk kegiatan olahraga.

"Pengecualian itu tetap memperhatikan pembatasan kerumunan," bunyi ayat (8) Pasal 13.

Pembatasan kegiatan seni dan budaya juga dilakukan dengan memperhatikan pembatasan kerumunan. Serta berpedoman pada lembaga adat resmi yang diakui pemerintah.

Sementara untuk pembatasan di transportasi publik dan penggunaan kendaraan pribadi dapat dikecualikan dengan memperhatikan jumlah penumpang dan jarak antarorang. Pembatasan juga dikecualikan bagi transportasi barang untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Dan pembatasan di bidang pertahanan dan keamanan dikecualikan untuk aspek penegakan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan negara dari ancaman dan gangguan serta mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat. "Dengan tetap memperhatikan pembatasan kerumunan orang serta berpedoman terhadap protokol dan peraturan perundang-undangan," bunyi ayat (11) Pasal 13.

Editor : Rizal Bomantama