Menyentuh! Detik-detik sebelum Wafat Jenderal Kala Hitam Bisiki Prabowo: Jaga Republik Ini
Pada perkembangannya, dia ditetapkan sebagai komandan batalyon II Brigade XII KRU “Z”. Pada 24 Agustus 1948 diadakan rapat khusus untuk menentukan nama batalyon.
“Nama yang dipilih adalah Kala Jengking, yang kemudian diganti dengan nama Kala Hitam,” tulis Disjarahad dalam “Siliwangi dari Masa ke Masa" (halaman 543).
Pada masa itu, nama komandan batalyon kerap menjadi simbolisasi dari pasukan yang dipimpin. Tak heran, orang lantas mengenal sebagai Batalyon Kemal Idris.
Rekam jejak militernya tak perlu dipertanyakan. Sejak awal 1964 dia ditunjuk sebagai Panglima Komando Tempur di Sumatera, tapi baru pada Desember tahun itu berangkat ke tempat tugasnya di Tebing Tinggi, Sumatera Utara, dalam rangka persiapan akhir untuk menyerbu Malaysia.
“Sebelumnya pertengahan 1964, bersama-sama Soeharto mereka mengikuti latihan terjun payung, dilengkapi kenaikan pangkat Kemal Idris dari kolonel menjadi brigadir jenderal,” kata Julius Pour dalam buku “Gerakan 30 September: Pelaku, Pahlawan & Petualang" (hal 47).