JAKARTA, iNews.id - Perkumpulan Mitra Berdaulat Gerakan Nasional (Permit BGN) mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) memperkuat sistem keamanan pangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Permit BGN menilai dengan cakupan penerima manfaat yang sangat besar, potensi risiko keamanan pangan harus diantisipasi sejak awal.
Ketua Umum Permit BGN, Sterren Silas Samberi mengatakan keamanan pangan dalam program MBG membutuhkan sistem yang sederhana, terukur, mudah diterapkan petugas, sekaligus mudah diawasi. Penanganan tidak seharusnya baru dilakukan setelah muncul dugaan keracunan.
Ratusan Santri di Sidoarjo Keracunan MBG, Wamenag: Harus Kita Investigasi
Menurutnya, pencegahan tidak cukup hanya mengandalkan pelabelan makanan. Sistem keamanan pangan harus dibangun melalui tata kelola dan pengawasan di setiap tahapan, mulai dari produksi hingga makanan dikonsumsi penerima manfaat.
Usai Dicopot, Kepala SPPG Tanggulangin Terancam Diproses Hukum Kasus Keracunan MBG
“Kita tidak boleh menunggu terjadi keracunan baru kemudian mencari siapa yang salah. Yang harus kita lakukan adalah memperkuat sistem pencegahan dari awal, karena keamanan pangan harus menjadi bagian utama dari keberlangsungan MBG,” ujar Sterren di Jakarta, Jumat (4/9/2026).
Salah satu langkah yang ditawarkan Permit BGN yakni melakukan harmonisasi kewenangan antara Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yayasan, dan pemilik fasilitas.