Ratusan Santri di Sidoarjo Keracunan MBG, BGN Minta Maaf ke Ponpes Manbaul Hikam
Sterren menilai pembagian tugas, kewenangan, serta tanggung jawab dinilai perlu dibuat secara jelas dengan petunjuk teknis sebagai rujukan utama. Kejelasan tata kelola tersebut dianggap penting untuk mencegah konflik kewenangan yang dapat mengganggu komunikasi, koordinasi, hingga disiplin operasional di dapur SPPG.
Selain itu, Permit BGN mendorong penerapan FIFO (First In, First Out) sebagai kebiasaan operasional di seluruh SPPG.
Sekolah Libur Terdampak Karhutla, BGN Tegaskan Penyaluran MBG Ikut Dihentikan
Untuk mempermudah pengawasan, Permit BGN mengusulkan identifikasi visual menggunakan kode warna berdasarkan urutan batch produksi atau distribusi. Sistem tersebut dapat membantu petugas mengenali urutan makanan sehingga mencegah batch sebelumnya tertinggal atau tercampur dengan batch berikutnya.
“Di dapur dengan produksi dalam jumlah besar, sistem keamanan pangan harus dibuat sesederhana mungkin. Petugas harus bisa langsung melihat mana batch pertama, berikutnya, dan terakhir. Tetapi kami tegaskan, kode warna bukan pengganti standar keamanan pangan, melainkan alat bantu pengawasan,” kata Sterren.
Permit BGN juga menekankan pentingnya pengendalian waktu dan suhu dalam proses penyediaan makanan MBG. Makanan yang telah selesai dimasak, menurut mereka, tidak cukup hanya dinilai berdasarkan tampilan atau kondisi fisiknya.