NU Care-LAZISNU Salurkan Hewan Kurban ke 16 Provinsi di Indonesia dan 5 Negara

Kastolani ยท Senin, 12 Agustus 2019 - 05:07 WIB
NU Care-LAZISNU Salurkan Hewan Kurban ke 16 Provinsi di Indonesia dan 5 Negara

Program kurban NU Care-LAZISNU tahun ini mengusung tema "Nusantara Berqurban". (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.idNU Care-LAZISNU pada tahun ini mendistribusikan hewan kurban ke belasan provinsi Indonesia, khususnya daerah yang terdampak bencana. Selain itu, pendistribusian hewan kurban oleh lembaga sosial itu juga menyasar beberapa negara berbasis Islam yang memiliki hubungan dekat dengan Nahdlatul Ulama (NU).

“Alhamdulillah, tahun ini kita bersama bisa mendistribusikan hewan kurban ke beberapa wilayah, yakni 16 provinsi Indonesia, khususnya ke daerah terdampak bencana seperti di Konawe Sulawesi Tenggara dan Lombok NTB. Selain itu, didistribusikan juga ke beberapa negara yang memiliki hubungan dekat dengan NU seperti Mesir, Sudan, Maroko, Tunisia, dan Bosnia,” ujar Ketua NU Care-LAZISNU, Achmad Sudrajat, di Jakarta, Minggu (11/8/2019).

Pria yang akrab disapa Ajat itu menyampaikan, jumlah sementara penerimaan hewan kurban di Pengurus Pusat (PP) NU Care-LAZISNU sebanyak 500 kambing dan 90 sapi. Karena masih ada hari tasyrik hingga tiga hari setelah Idul Adha, jumlah itu masih bisa bertambah.

Secara nasional, kata Ajat, hewan kurban yang diterima NU Care-LAZISNU se-Indonesia sekitar 3.526 hewan kurban, baik kambing maupun sapi. “Seperti yang saya sampaikan tadi, (hewan kurban) disalurkan ke luar negeri dan daerah terdampak bencana, juga pesantren, majelis taklim, dan ranting-ranting NU. Target nasional kami menyentuh angka 15 juta penerima manfaat,” ucapnya.

Dia pun menyampaikan terima kasih kepada para pekurban atas dukungan dan kontribusi mereka pada program kurban NU Care-LAZISNU tahun ini yang mengusung tema “Nusantara Berqurban”. Dia memastikan, NU Care-LAZISNU mengantarkan amanah para pekurban kepada kaum duafa yang berhak menerimanya.

“Insya Allah, ibadah kurbannya diterima Allah Swt dan memberikan keberkahan pada semuanya,” tutur Ajat.

Ketua Panitia Kurban PP NU Care-LAZISNU, Hafidz Ismail mengatakan, penerimaan hewan kurban oleh lembaganya tahun ini datang dari berbagai elemen masyarakat. Mulai dari Presiden Joko Widodo (Jokowi), panglima TNI, kapolri, kementerian, BUMN, instansi media, perusahaan (swasta), partai politik, artis, dan masyarakat umum.

“Alhamdulillah, kami mendapatkan amanah dari Presiden RI, Bapak Joko Widodo; Panglima TNI Hadi Tjahjanto; Kapolri Tito Karnavian; Kemendikbud; Menteri Susi Pudjiastuti; Mendagri Tjahjo Kumolo, Menhub Budi Karya; BUMN Hutama Karya; MNC Group; Bintang Toedjoe; Telkomsel; partai politik; Deddy Corbuzier; pengurus PBNU, dan; masyarakat umum,” ungkapnya.

Pada pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di PBNU, kata Hafidz, hadir petugas kesehatan dari Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mengecek kesehatan hewan dan daging kurban. Para petugas itu melihat daging yang layak konsumsi dan tidak layak konsumsi. “Yang tidak layak tentu saja kami apkir, tidak kami salurkan ke masyarakat. Tujuannya tentu untuk kesehatan masyarakat, penerima daging kurban,” ujarnya.

Hafidz menambahkan, bahwa pembagian daging kurban kepada masyarakat tidak menggunakan kantong plastik melainkan menggunakan kantong ramah lingkungan yaitu telo bag. “Kita tidak pakai plastik. Kita gunakan telo bag. Kantong ramah lingkungan yang terbuat dari paduan tepung singkong dan minyak nabati, yang tentunya lebih cepat terurai,” kata dia.


Editor : Ahmad Islamy Jamil