Oknum Polisi Pemilik Tambang Ilegal Ditangkap, DPR: Kecepatan Penanganan Pulihkan Kepercayaan Masyarakat

Felldy Utama ยท Minggu, 08 Mei 2022 - 00:57:00 WIB
Oknum Polisi Pemilik Tambang Ilegal Ditangkap, DPR: Kecepatan Penanganan Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
Anggota polisi Briptu Hasbudi ditangkap di Bandara Tarakan diduga terkait kepemilikan tambang emas ilegal di Kaltara.(Foto: Humas Polda Kaltara)

JAKARTA, iNews.id - Polda Kalimantan Utara membongkar kasus tambang emas ilegal yang diduga melibatkan anggota Polri di Sekatak, Kabupaten Bulungan. Oknum polisi yang ditangkap yakni berinisial Briptu HSB diduga sebagai bos tambang ilegal tersebut.

Briptu HSB merupakan anggota Dit Polairud Polda Kaltara yang ditangkap rekan seprofesinya sesama polisi saat akan terbang ke Kota Makassar di Bandara Juwata Tarakan, Rabu (3/5/2022). Penangkapan ini ternyata tak lepas dari tangan dingin Kapolda Kaltara Irjen Pol Daniel Adityajaya.

Ketua Komisi III DPR, Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul mengapresiasi pengungkapan kasus tambang emas liar yang diduga melibatkan seorang anggota polisi berinisial HSB. Dia menyampaikan terbongkarnya kasus tersebut tak terlepas dari aksi tangan dingin Kapolda Kalimantan Utara (Kaltara) Irjen Pol Daniel Adityajaya.

"Jenderal Polri bintang dua ini telah membuktikan janjinya, khususnya terkait peningkatan pengawasan setiap anggota. Terbukti dia tak pandang bulu, oknum polisi yang dianggap melakukan pelanggaran langsung dijerat," ujar Bambang di Jakarta, Sabtu (7/5/2022).

Terbongkarnya kasus ini berawal dari informasi tentang beroperasinya tambang liar yang berlokasi di Desa Sekatak Buji, Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan. Mengetahui informasti tersebut Kapolda Kaltara Irjen Pol Daniel Adityajaya segera membentuk tim khusus gabungan Direktorat Reskrimsus, Polres Bulungan, dan Polres Tarakan untuk melaksanakan penyelidikan dan penyidikan.

Penangkapan Briptu HSB yang diduga bos tambang ilegal tersebut sontak membuat warga Kaltara tercengang karena selama ini yang bersangkutan dikenal kebal hukum.

"Kalau sudah seperti ini kita semua memahami bagaimana ketegasan dan kecepatan penanganan sebuah kasus yang terjadi di wilayah hukum Kalimantan Utara. Ini salah satu keberhasilan kepolisian dalam memulihkan kepercayaan masyarakat," ucap Bambang.

Meski demikian, politikus PDI Perjuangan itu mendorong agar Polda Kaltara terus melakukan koordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengungkap adanya aliran dana ke beberapa pihak dari anggota Polda Kaltara Briptu HSB.

"Supaya ini terungkap semua dan tidak ada lagi mafia-mafia tambang seperti ini. Sebab bagaimana pun juga pertambangan ilegal ini berbahaya bagi lingkungan maupun pekerja di dalamnya," ujar Bambang.

Diketahui masyarakat tercengang dengan kinerja Polda Kalimantan Utara yang mengungkap kasus penting dalam dua pekan terakhir. Pada tanggal 26 April 2022, Direktorat Kriminal Khusus Polda Kaltara berhasil menggagalkan penyelewengan 156 ton BBM bersubsidi di sungai Sebuku, Kabupaten Nunukan.

Selanjutnya, 30 April 2022, Tim Gabungan Ditreskrimsus Polda Kaltara, Polres Bulungan, dan Polres Tarangan, kembali mengungkap praktek tambang ilegal di Kecamatan Sekatak. Polisi mengamankan 5 orang, 3 ekskavator, bahan sianida, dan karbon perendaman emas dalam kasus ini.

Kemudian yang menghebohkan yaitu pada tanggal 4 Mei 2022, dilakukan penangkapan terhadap HSB (oknum anggota Polri) yang diduga sebagai pemilik tambang emas ilegal di Sekatak. Dan setelah dilakukan pemeriksaan selama 24 jam, tanggal 5 Mei 2022 HSB langsung dijebloskan ke tahanan untuk 20 hari ke depan.

Hingga saat ini, tim gabungan tersebut serius mengembangkan berbagai penyelidikan dan penyidikan terkait dugaan bisnis ilegal HSB meliputi bisnis balpres, daging, dan narkoba. Dan yang teranyar, tim gabungan telah meningkatkan status ke tahap penyidikan terhadap kepemilikan 17 kontainer balpres ilegal.

Masyarakat dan netizen memberikan apresiasi dan dukungan terhadap Polda Kaltara dengan pengungkapan yang dilakukan dua pekan terakhir. Perubahan kinerja Polda Kaltara,tidak lepas dari faktor kepemimpinan saat ini, di mana masyarakat Kalimantan Utara telah melihat dan memberikan apresiasi kerja nyata serta esensi keberadaan polri yang PRESISI di tengah masyarakat.

Editor : Rizal Bomantama

Bagikan Artikel: