Pemahaman Sains dan Keyakinan Secara Utuh

Dharma Pongrekun ยท Jumat, 11 Desember 2020 - 02:25:00 WIB
Pemahaman Sains dan Keyakinan Secara Utuh
Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara, Komjen Pol Dharma Pongrekun. (Foto: Istimewa).

Komjen Pol Dharma Pongrekun
Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara

SAINS yang selama ini kita dapatkan melalui proses pendidikan lebih dominan mengasah intelektual saja, sehingga kita sebagai manusia hanya mampu memahami hal-hal fisik yang dilihat oleh mata jasmani, tetapi tidak selalu mampu memahami hal-hal nonfisik terutama yang berkaitan dengan hukum kekuasaan Tuhan atas segala sesuatu. Melalui sains manusia berpikir dan merasa telah menemukan jawabannya, tapi seringkali jawaban itu justru membingungkan dirinya sendiri karena membatasi pemahaman manusia pada dunia fisik saja, sehingga tidak memberikan kepuasan dalam memahami kehidupan semesta secara utuh.  

Tidak semua fenomena alam dan kehidupan bisa dipecahkan secara scientifik karena banyak sekali hal-hal yang tidak terjangkau oleh logika manusia yang sudah diprogram lewat sains, sehingga dalam menyelesaikan masalah, manusia cenderung menggunakan kecerdasan intelektualnya (otak) dalam mencari solusi. Kecerdasan itu tidak identik dengan nilai yang berdasarkan angka-angka sebagaimana yang diterapkan di bangku kuliah, tetapi kecerdasan itu lebih luas lagi karena menyangkut kecerdasan emosional (jiwa) dan spiritual (roh).

Sesungguhnya, setiap orang dianugerahi kecerdasan yang unik dan istimewa, tidak perlu diseragamkan agar dapat saling mengisi satu sama lain. Kecerdasan bersifat multidimensi serta memiliki beragam aspek. Ada kecerdasan linguistik, kecerdasan logika-matematik, kecerdasan spasial, kecerdasan musikal, kecerdasan eksistensial, kecerdasan naturalis, dan kecerdasan interpersonal. Semuanya itu sangat tergantung dari kecerdasan sel-sel tubuh manusia, yang dipengaruhi oleh keharmonisan 3 unsur utama yaitu tubuh, jiwa dan roh.

Editor : Kurnia Illahi

Halaman : 1 2 3