Pemberantasan Premanisme Jangan Hanya Difokuskan di Jakarta

Erfan Ma'ruf ยท Sabtu, 12 Juni 2021 - 00:58:00 WIB
Pemberantasan Premanisme Jangan Hanya Difokuskan di Jakarta
Ahli Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel meminta pemberantasan premanisme tidak hanya fokus di Jakarta tetapi di wilayah-wilayah lain. Memberantas street crime dibutuhkan upaya ekstra karean sudah terorganisir. Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Langkah Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memberantas aksi premanisme diharapkan tidak hanya fokus di Ibu Kota. Sebab aksi premanisme marak terjadi di wilayah-wilayah lain.

Pakar psikologi forensik, Reza Indragiri Amriel mengapresiasi langkah Kapolri Sigit yang sigap menindaklanjuti instruksi Presiden Jokowi dengan menangkap puluhan preman di Pelabuhan Tanjung Priok. Namun dia mengingatkan, langkah tersebut harus diimbangi di seluruh Indonesia, bukan hanya di Jakarta Utara.

"Angkat topi kita atas kesigapan Kapolri. Tapi bolehlah kita berharap bahwa atensi dari pejabat selevel presiden tidak hanya terarah ke satu kotamadya, apalagi tidak sulit untuk melihat betapa premanisme dan pungli berlangsung di mana-mana dengan skala yang berbeda," kata Reza, Jumat (11/6/2021).

Reza menjadikan kinerja Kapolri Jenderal Sutanto sebagai contoh. Ketika dilantik selang beberapa bulan langsung melakukan pembersihan terhadap kantong-kantong preman seluruh Indonesia termasuk daerah-daerah rawan. 

"Pak Syafruddin sewaktu menjabat Wakapolri juga pernah mengatakan bahwa membersihkan street crime itu gampang. Tapi faktanya, memang tidak mudah menyapu bersih premanisme dan palakisme sebagai street crime," kata Reza. 

Reza menilai, sulitnya menumpas premanisme di seluruh Indonesia karena pergerakannya tidak lagi individu melainkan secara terorganisir. Bahkan dia menduga ada pelindung dibalik aksi premanisme. 

Kerja kepolisian, lanjutnya, tidak lagi tersekat pada unit reskrim namun penguatan unit inteljen di lapangan juga perlu dilakukan. Kepolisian juga harus kembali melihat ke dalam dirinya ada atau tidaknya anggota yang terlibat dibalik aksi premanisme.

"Hari ini, Kapolri sudah bekerja cepat. Sekali lagi, itu bagus. Tapi itu tidak cukup. Efek gentar sekaligus efek jera baru muncul kalau unsur keajegan juga terealisasi," tutur dia.

Editor : Erwin Sihombing