Pemerintah Masih Kaji Rencana Pemulangan Anak-Anak WNI Eks ISIS
"Memang ada kebijakan yatim piatu akan dipulangkan. Karena mereka tidak menjadi bagian dari gerakan itu. Salah satu tanggung jawab negara adalah memelihara anak-anak yang terlantar karena tidak punya ibu dan ayah. Tetapi ini masih dikaji," katanya.
Kajian mendalam, kata Donny dilakukan untuk mencegah pemerintah kecolongan dari berbagai potensi-potensi buruk. Menurutnya bisa saja ada beberapa anak yang masuk klasifikasi tersebut, tetapi sudah terpapar ideologi dari ISIS.
"Kenapa kita kaji terus? Karena kita tidak tahu keterpaparannya. Artinya ada yang hanya memang ikut-ikutan saja, ada yang kemungkinan sudah terpapar juga. Ini yang betul-betul harus dipantau, karena tidak ingin membawa masalah. Kami tak ingin mereka jadi api dalam negara," katanya.
Sebelumnya Presiden Joko Widodo memerintahkan menteri terkait untuk mengidentifikasi berapa banyak WNI bekas ISIS. Identifikasi dilakukan agar diketahui ada atau tidak anak-anak dari WNI yang sudah yatim piatu.
"Dari identifikasi dan verifikasi ini nanti akan kelihatan," ujar mantan gubernur DKI Jakarta ini.
Hingga saat ini, WNI bekas pengikut ISIS yang sudah teridentifikasi mencapai 689 orang. Setelah identifikasi tuntas, pemerintah akan melakukan cegak tangkal (cekal) sehingga tidak bisa masuk ke Indonesia.
"Cegah tangkal bisa dilakukan di sini kalau data itu dimasukkan ke Imigrasi," kata Jokowi.
Editor: Rizal Bomantama