Pemerintah Siapkan Koperasi Bioetanol, Petani Bisa Ikut jadi Pemasok Bahan Baku
"Pengembangan bioetanol ini memiliki keterkaitan dengan empat agenda utama, yakni ketahanan energi, hilirisasi, transisi energi dan ketahanan ekonomi," katanya.
Konsep penguatan rantai pasok tersebut juga diterapkan dalam pengembangan Bioethanol Development Center di Tegineneng, Lampung. Fasilitas ini dikembangkan melalui kerja sama PT Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) dan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).
Fasilitas tersebut menggunakan konsep multi-feedstock, dengan bahan baku yang disiapkan berupa molases, sorgum, dan limbah biomassa. Penggunaan beragam bahan baku ditujukan untuk memberikan fleksibilitas sekaligus memperkuat kepastian pasokan bagi industri bioetanol.
Todotua menilai ketersediaan bahan baku menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan industri bioetanol. Peningkatan kapasitas produksi perlu diikuti pasokan bahan baku yang memadai.
"Petani membutuhkan pasar yang jelas, industri membutuhkan pasokan bahan baku yang cukup, sementara investor membutuhkan kepastian bahwa ekosistem industri dapat berjalan dalam jangka panjang," ujarnya.
Editor: Puti Aini Yasmin