Penipuan Rekrutmen PT KAI, Tersangka Iming-imingi Korban Jadi Kepala Stasiun

Irfan Ma'ruf ยท Selasa, 24 Desember 2019 - 03:00 WIB
Penipuan Rekrutmen PT KAI, Tersangka Iming-imingi Korban Jadi Kepala Stasiun

Dua tersangka kasus penipuan berkedok rekrutmen pegawai PT KAI ditunjukkan di Polda Metro Jaya, Senin (23/12/2019). (Foto: iNews.id/Irfan Ma'ruf).

JAKARTA, iNewa.id - Polisi menangkap dua tersangka penipuan dan penggelapan bermodus rekrutmen pegawai PT Kereta Api Indonesia (KAI). Dalam aksinya mereka berhasil memperdaya 43 korban.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, kedua tersangka yakni Fajar Tri Santoso (FTS) dan Ikhwansyah Lufiara (IL). Mereka melancarkan aksi penipuan melalui grup WhatsApp (WA).

Untuk meyakinkan sasarannya, FTS dan IL mengaku sebagai jajaran direksi PT KAI mulai HRD hingga vice president train crew PT KAI. Kedua tersangka memakai tiga ponsel berbeda dan menggunakan foto profil WA jajaran direksi KAI.

"Tiga jabatan PT KAI dicatut namanya. Kasus penipuan ini sudah berjalan sejak Agustus hingga Oktober 2019. Sebanyak 43 orang telah menjadi korban penipuan itu, namun baru 19 orang yang melapor ke polisi," kata Yusri dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (23/12/2019).

FTS berperan sebagai otak dari kasus penipuan itu. Sementara, IL berperan mencari para korban yang berminat menjadi pegawai PT KAI. Kedua tersangka menjanjikan sejumlah jabatan kepada para korbannya, antara lain sekretaris dan kepala stasiun.

Tersangka juga memerintahkan korban untuk mengisi formulir rekruitmen palsu dan membayar sejumlah uang. Setelah mendapatkan uang, kedua tersangka berfoya-foya.

"Mereka meminta bayaran Rp1,5 juta sampai Rp4 juta per orang dengan janji bisa menjadi pegawai PT KAI tanpa tes dan seleksi. Kerugian korban secara keseluruhan mencapai Rp140 juta," kata Yusri.

Direktur SDM dan Umum PT KAI Ruli Adi mengimbau masyarakat tidak mudah percaya dengan rekrutmen pegawai PT KAI yang meminta bayaran sejumlah uang. Rekruitmen KAI hanya dapat diakses secara online melalui website resmi perusahaan.

"PT KAI dalam melakukan rekrutmen pegawai sangat profesional, transparan, objektif, dan enggak ada yang menggunakan uang sepeser pun. Saya imengimbau, jangan mudah tergoda," kata Ruli dalam konferensi pers tersebut.

Yusri menerangkan, atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 372 dan atau 378 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 5 tahun.

Editor : Zen Teguh