Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : PN Jaksel: Penetapan Tersangka Gus Yaqut oleh KPK Sudah Sah, Kuasa Hukum Mengaku Kecewa
Advertisement . Scroll to see content

Persis Sentil Menteri Yaqut soal Ahmadiyah dan Syiah: Menag Baru Jangan Tergesa-gesa Cari Panggung

Jumat, 25 Desember 2020 - 15:28:00 WIB
Persis Sentil Menteri Yaqut soal Ahmadiyah dan Syiah: Menag Baru Jangan Tergesa-gesa Cari Panggung
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas. (Foto: Antara).
Advertisement . Scroll to see content

BANDUNG, iNews.id - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas diminta mengutamakan persoalan lebih penting dibandingkan membuat wacana tentang Syiah dan Ahmadiyah. Menteri yang biasa disapa Gus Yaqut itu juga diminta lebih berhat-hati mengeluarkan pernyataan agar tidak menimbulkan kegaduhan.

Pernyataan itu disampaikan oleh Ketua Pengurus Wilayah Persatuan Islam (Persis) Jawa Barat Iman Setiawan Latief terkait rencana Menag untuk mengafirmasi warga Ahmadiyah dan Syiah.

"Ada yang seharusnya lebih urgent dilakukan Menag sekarang, misalnya melakukan upaya keras mengubah stigma korup di Kementerian Agama (Kemenag) dengan manajemen dan reformasi birokrasi ketat dan baik," ujar Iman di Bandung, Jumat (25/12/2020).

Menurutnya, langkah Yaqut tidak tepat, apalagi Ahmadiyah dan Syiah sangat bertentangan dengan mayoritas muslim di Indonesia, bahkan dianggap sesat. Rencana Yaqut, kata dia bisa menimbulkan persoalan baru jika pemerintah melegalkan kedua golongan itu. 

Dia menuturkan, tidak semua persoalan harus dilegalkan. Terlebih, bila ditelisik, beberapa ajaran Ahmadiyah dan Syi'ah dinilai bertentangan dengan ajaran Islam yang asli dan mendasar serta hakiki di dalam ajaran Islam.

"Mestinya Menag yang baru jangan tergesa-gesa, apalagi terkesan ingin mencari panggung. Seharusnya lebih berhati-hati dalam bersikap dan menyatakan pendapat. Pelajari terlebih dahulu masalah penting yang kita hadapi, materi, substansi dan dampaknya terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara," katanya.

Editor: Kurnia Illahi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut