PKS Sebut Terlalu Naif Alasan Usulan Pemilu 2024 Diundur 15 Mei Dikaitkan dengan Covid-19
Anggota Komisi II DPR ini juga menuturkan, alasan pemerintah tidak masuk akal, ingin Pemilu Serentak 2024 digelar 15 Mei karena khawatir hasil pemilunya akan keluar terlalu cepat atau dapat menjadi klaster Covid-19. Padahal, lanjut dia Pilkada 2020 sukses diselenggarakan tanpa muncul klaster Covid-19.
“Nah yang saya masih belum terima alasannya masih terlalu naif dimundurkan karena khawatir kerumunan, khawatir nanti terlalu cepat, khawatir nanti Covid-19,” ucapnya.
Pada kesempatan itu dia justru mengingatkan, kekhawatiran munculnya matahari kembar atau dua Presiden, yakni Presiden Jokowi dan Presiden yang terpilih jika Pemilu 2024 diundur jadi 15 Mei. Menurutnya, konstitusi sudah jelas menyebutkan, Presiden Jokowi masih tetap memimpin hingga masa jabatan habis, 20 Oktober.
“Padahal buat saya, saya yakin siapapun yang terpilih tidak akan cawe-cawe gangguin Pak Jokowi karena Pak Jokowi berkuasa atau mendapatkan mandat sampai Oktober 2024,” katanya.
Editor: Kurnia Illahi