Polisi Ungkap Motif Sepasang Kekasih Mutilasi Pria di Apartemen Kalibata

Ari Sandita Murti ยท Kamis, 17 September 2020 - 18:52 WIB
Polisi Ungkap Motif Sepasang Kekasih Mutilasi Pria di Apartemen Kalibata

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana (tengah). (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Polda Metro Jaya mengungkap motif kasus mutilasi mayat pria yang ditemukan di Apartemen Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan pada Rabu, 16 September 2020. Dari penyelidikan sementara terungkap korban yang berinisial RHW (32), dimutilasi dua orang yakni DAF (26) dan LAS (27).

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan, kedua pelaku tersebut merupakan sepasang kekasih. Motif keduanya ingin menguasai harta korban.

"Jadi pelakunya ada dua orang berinisial DAF (26) dan LAS (27), yang mana mereka ini sepasang kekasih. Motifnya karena pelaku ingin menguasai harta korban," ujarnya kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (17/9/2020).

Nana menuturkan, awal mula perkenakan korban dengan salah satu pelaku LAS bermula dari aplikasi Thinder. Melalui aplikasi itu, keduanya berkenalan dan saling berbalas pesan.

Kemudian pada 7 September, Nana menceritakan, LAS dan korban janjian bertemu di apartemen kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat. "Apartemen itu disewa sejak tanggal 7-12 September kemarin. Lalu, pada tanggal 9 September korban dan LAS masuk ke apartemen itu untuk saling bertemu," tuturnya.

Sebelum korban dan LAS tiba di kamar apartemen, Nana mengungkapkan, DAF lebih dahulu datang dan bersembunyi di kamar mandi. Lantas, saat korban datang dan mengobrol bersama LAS dilanjutkan dengan saling berhubungan badan, DAF pun keluar dan memukul kepala korban.

"DAF memukul menggunakan batu bata yang sudah disiapkan, lalu ditusuk hingga 7 kali, yang mana membuat korban meninggal dunia. Di situ, kedua pelaku bingung mau diapakan, lalu mereka keluar apartemen," katanya.

Kedua sepasang kekasih itu, menurut Nana, lantas membeli gergaji dan golok. Keduanya lalu kembali ke apartemen guna memutilasi korban.

Setelah dimutilasi, korban dimasukan ke dalam koper. Sedangkan bercak darah di apartemen dicat dengan warna putih dan sprei kasur diganti oleh kedua pelaku.

"Lalu, mereka pindahkan koper itu ke apartemen di Kalibata. Mereka lalu menguras isi rekening korban, membeli logam mulia, perhiasan, motor dan menyewa rumah di Cimanggis yang akan dipakai untuk mengubur korban, itu rangkaiannya," tuturnya.

Editor : Djibril Muhammad