Prabowo Soroti Kinerja BUMN, Jumlah Terlalu Gemuk hingga Manipulasi Laporan Keuangan
Kepala Negara menyebut, pemerintahannya telah menutup 290 BUMN. Ke depan, pihaknya menargetkan jumlah BUMN maksimal hanya 300 perusahaan pada akhir 2026.
"Tapi, saya dengan bangga hari ini saya melaporkan kepada majelis yang terhormat, hari ini kita telah menutup 290 BUMN. Pada Desember 31 2026, kita targetkan hanya akan memiliki paling banyak 300 BUMN," kata Prabowo.
Dengan target tersebut, jumlah BUMN akan berkurang secara signifikan dari 1.074 perusahaan yang sebelumnya ditemukan pemerintah. Prabowo menegaskan hanya perusahaan yang produktif dan mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat yang akan dipertahankan.
"Hanya yang produktif, hanya yang menciptakan nilai tambah untuk rakyat akan kita pertahankan. Ini mungkin adalah restrukturisasi korporasi terbesar di dunia," ujarnya.
Prabowo juga menyebut perampingan jumlah BUMN telah menghasilkan penghematan biaya overhead sekitar Rp50 triliun. Penghematan tersebut antara lain berasal dari gaji direksi dan komisaris, sewa gedung, sewa mobil, hingga perjalanan dinas.