Prabowo Targetkan Setoran Dividen BUMN Tembus Rp200 triliun Tahun Ini
Menurut Prabowo, kontribusi BUMN kepada negara lebih tepat dilihat dengan memperhitungkan Penanaman Modal Negara (PMN) yang diberikan melalui APBN pada tahun yang sama.
"Pada tahun 2024, dividen BUMN dikurangi PMN adalah Rp53 triliun," ucapnya.
Sementara pada 2025, dividen BUMN setelah dikurangi PMN mencapai Rp138 triliun atau meningkat 160 persen dibandingkan 2024. Dengan proyeksi dividen Rp200 triliun pada 2026 tanpa PMN, kontribusi bersih BUMN kepada negara disebut akan meningkat hampir empat kali lipat dibandingkan 2024.
"Artinya, dari 2024 ke 2026, naik dari Rp53 triliun ke Rp200 triliun rupiah, atau bisa dikatakan 4x lebih besar," tuturnya.
Prabowo mengatakan, peningkatan kinerja tersebut merupakan bagian dari agenda pembenahan perusahaan negara. Pemerintah sebelumnya telah melakukan restrukturisasi dengan menutup 290 BUMN dan menargetkan jumlah BUMN tersisa paling banyak 300 perusahaan pada akhir 2026.
Langkah ini bertujuan untuk mempertahankan BUMN yang produktif dan mampu menciptakan nilai tambah bagi perekonomian. Dari proses perampingan itu, pemerintah mengklaim telah menghemat biaya overhead sekitar Rp50 triliun.