Pria dalam Video Viral ‘Penggal Kepala Jokowi’ Didakwa Pasal Makar

Wildan Catra Mulia · Senin, 04 November 2019 - 19:38 WIB
Pria dalam Video Viral ‘Penggal Kepala Jokowi’ Didakwa Pasal Makar

Hermawan Sutanto (mengenakan rompi merah), pria yang videonya viral lantaran mengucapkan "penggal kepala Jokowi", menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (4/11/2019). (Foto: iNews.id/Wildan Catra Mulia)

JAKARTA, iNews.id – Jaksa penuntut umum (JPU) menuntut Hermawan Sutanto, pria yang videonya viral karena mengucapkan “penggal kepala Jokowi”, menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus). Hermawan dijerat Pasal 110 juncto Pasal 87 KUHP tentang makar.

“Kalimat ancamannya bisa dikategorikan makar karena mau membunuh Jokowi,” kata jaksa Permana di PN Jakpus, Senin (4/11/2019).

Dari tata bahasa yang disampaikan Hermawan di dalam video tersebut, jaksa melihat bahwa bisa diartikan yang bersangkutan sebagai jagoan dari Poso, Sulawesi Tengah, siap memenggal kepala Presiden Jokowi. “Pernyataan itu tentu konklusinya ingin pembaca atau pendengar agar percaya bahwa Presiden Jokowi memang harus dipenggal,” kata Permana.

“Konklusi inilah saya yakin ketika mendapatkan respon dari pembaca atau pendengar atau berdasarkan logika dan akal bahwa terdakwa Hermawan Susanto perbuatannya adalah perbuatan makar,” ujarnya.

Sementara, hakim memutuskan untuk melanjutkan sidang lanjutan perkara tersebut pada hari Senin (11/11/2019) pekan depan dengan agenda pembacaan eksepsi. “Jadi kita lanjutkannya sidang Senin depan tanggal 11 November 2019, dengar eksepsi dari saudara tergugat,” kata ketua majelis hakim, Makmur.

Hermawan dijerat dengan perkara kejahatan terhadap martabat presiden dan wakil presiden lantaran ucapannya saat demonstrasi di depan Gedung Bawaslu, Jakarta Pusat, pada 10 Mei 2019. Pernyataannya itu menjadi viral di media sosial.

Dalam video itu, Hermawan tampak sedang berada di kerumunan massa aksi bersama Ina Yuniarti. Ina adalah orang yang menyebarkan video itu ke dunia maya hingga viral. Alhasil, dia harus menjalani proses persidangan dengan perkara informasi dan transaksi elektronik (ITE).

Ina terlebih dulu disidangkan di PN Jakpus. Majelis hakim memvonis bebas ibu tiga anak itu. Ina dinyatakan tidak bersalah terkait kasus yang menyeret Hermawan.


Editor : Ahmad Islamy Jamil