Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Eks Hakim Tinggi Soroti Tudingan Ijazah Jokowi Palsu, Beban Pembuktian Ada di Roy Suryo Cs
Advertisement . Scroll to see content

Refly Harun Pertanyakan Ijazah Jokowi: Ada Gak yang Asli dan Original?

Selasa, 08 September 2026 - 20:45:00 WIB
Refly Harun Pertanyakan Ijazah Jokowi: Ada Gak yang Asli dan Original?
Pengacara Roy Suryo, Refly Harun. (Foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pengacara Roy Suryo, Refly Harun, mempertanyakan keaslian ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang disebut ditunjukkan dalam gelar perkara khusus Polda Metro Jaya pada 15 Desember 2025. Dia mempertanyakan apakah dokumen tersebut benar-benar merupakan ijazah asli atau original.

"Kita seolah-olah bicara yang namanya ijazah (Jokowi) yang ditunjukkan oleh gelar perkara khusus Polda Metro Jaya tanggal 15 Desember 2025 adalah ijazah yang asli, yang original, the question is ada gak ijazah yang asli dan original itu? Itu kan masalahnya," ujar Refly dalam program Rakyat Bersuara bertajuk 'Segera Disidang, Roy Siap?' yang tayang di iNews, Selasa (8/9/2026).

Dia juga mempertanyakan kemungkinan dokumen tersebut baru direproduksi belakangan. Refly kemudian mengaitkan persoalan tersebut dengan posisi Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai pihak yang berkaitan dengan ijazah Jokowi.

"Apakah ijazah itu baru direproduksi belakangan? Kalau kita kaitkan misalkan UGM sebagai pihak, teori hegemoni misalnya, apakah rektor UGM ketika orang ini (Jokowi) menjadi presiden, kemudian ada menteri sekretaris negara di sana, kemudian bisa mengatakan lain," katanya.

Menurut Refly, persoalan mengenai keaslian ijazah tidak dapat dilihat secara sederhana. Dia juga menilai hukum administrasi tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

"Jadi tidak sesederhana itu. Karena itu tidak bisa hukum administrasi menyelesaikan ini," ujarnya.

Refly berharap proses persidangan kliennya dapat berjalan secara kredibel, transparan, dan mampu mengungkap fakta yang sebenarnya.

"Karena itu yang kita harapkan adalah pengadilan ini harus menjadi pengadilan yang kredibel, transparan, berani mengungkapkan hal yang sesungguhnya, dan tolong semua, kita commit pada kebenaran, bukan commit pada pembelaan," tuturnya.

Dia juga menyebut pihak yang dihadapi dalam perkara tersebut merupakan kekuatan besar karena berkaitan dengan mantan penguasa.

"Yang kita hadapi ini adalah sebuah kekuatan besar, mantan penguasa, dengan kekuatan yang super dahsyat, yang bisa mengubah dan membuat suatu hal," kata Refly.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut