Romahurmuziy Pertanyakan Nama Khofifah dan Kiai Asep Hilang dari Dakwaaan

Ilma De Sabrini ยท Senin, 23 September 2019 - 16:12:00 WIB
Romahurmuziy Pertanyakan Nama Khofifah dan Kiai Asep Hilang dari Dakwaaan
Mantan Ketua Umum (Ketum) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy

JAKARTA, iNews.id - Mantan Ketua Umum (Ketum) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy mempertanyakan hilangnya nama Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa dari dakwaan perkara suap pengisian jabatan pimpinan tinggi di Kemenag. Dia menuding, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sengaja menghilangkan nama mantan menteri sosial (mensos) itu.

Padahal, menurut Romahurmuziy, Khofifah turut merekomendasikan nama Haris Hasanuddin sebagai calon Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jatim. Tidak hanya itu, Romy juga menyebut nama KH Asep Saifuddin Halim yang juga hilang.

"Dari uraian dakwaan sengaja dihilangkan peranan Gubernur Jatim, Khofifah Indar parawansa dan Ketum PP Persatuan Guru NU, Asep Saifuddin Halim. Mereka mengusulkan Haris Hasanuddin kepada saya sebagai Kakanwil," kata Romy di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (23/9/2019).

Dia mengungkapkan, mertua Haris yang bernama Roziki merupakan Ketua Tim Sukses Pemenangan Khofifah Pilkada Jatim 2018. Sedangkan, Kiai Asep sebagai pimpinan tertinggi yang menaungi organisasi guru-guru madrasah, dinilai Romahurmuziy sangat berkepentingan mengusulkan Haris.

"Dilihat dari motif inisiasi dan intensitas komunikasi dalam pengusulan Haris adalah Khofifah dan Kiai Asep yang pertama kali mengusulkan Haris," ujarnya.

Dalam perkara ini Romy sebelumnya didakwa telah menerima duit haram sebanyak Rp325 juta bersama-sama dengan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin. Jaksa mengungkapkan uang itu berasal dari Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kanwil Kementerian Agama Propinsi Jawa Timur Haris Hasanudin.

Uang itu sebagai imbalan kepada Romy yang telah berhasil meloloskan Haris yang menduduki jabatan di Kemenag. Padahal, diketahui dalam fakta persidangan, keduanya tidak memenuhi persyaratan dalam seleksi jabatan tinggi di Kemenag.

Atas perbuatannya Romahurmuziy disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHPidana.

Editor : Djibril Muhammad