Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp18.027 per Dolar AS, Ini Penyebabnya
Gagasan MSCI tersebut menjadi pukulan telak karena mengancam arus modal asing keluar dari Tanah Air. Potensi aksi jual massal ini membahayakan cadangan likuiditas dan nilai tukar.
"Sebelumnya, Goldman Sachs memperkirakan bahwa penurunan status ini dapat memicu arus keluar modal hingga 13 miliar dolar AS, karena para manajer investasi aktif kemungkinan akan mengurangi eksposur mereka guna menghindari ketidaksesuaian dengan tolok ukur. Likuidasi besar-besaran berisiko melemahkan nilai tukar rupiah secara signifikan dan menguras likuiditas pasar," kata dia.
Meski MSCI menilai ada disfungsi pasar dan penegakan aturan yang lemah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan komitmen pembenahan serta menjamin pasar domestik tetap menarik.
Untuk membendung kejatuhan kurs, Bank Indonesia (BI) konsisten mengintervensi pasar via transaksi NDF di offshore, pasar spot, DNDF domestik, pembelian SBN di pasar sekunder, pengelolaan suku bunga pasar uang, hingga komunikasi intensif dengan pihak korporasi.
Menghadapi pekan depan, rupiah diperkirakan masih belum sanggup keluar dari tekanan. Fluktuasi kurs masih akan membayangi perdagangan mata uang. Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp18.020-Rp18.070. Rekomendasi pergerakan ini mencerminkan tingginya volatilitas pasar.
Editor: Aditya Pratama