Rupiah Loyo Nyaris Rp17.000 per Dolar AS, Ini Respons Gubernur BI
Perry menjelaskan BI menempuh intensitas langkah stabilisasi melalui intervensi di pasar NDF baik di off-shore maupun on-shore (DNDF) dan pasar spot guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Respons kebijakan ini dapat menjaga volatilitas nilai tukar rupiah dan tetap konsisten dengan upaya pencapaian sasaran inflasi 2,5±1% pada 2026.
Dia menekankan komitmen BI menjaga stabilitas nilai tukar rupiah termasuk melalui intervensi terukur di transaksi NDF, DNDF, dan pasar spot, serta memperkuat strategi operasi moneter pro-market.
Perry memperkirakan nilai tukar rupiah akan stabil dengan kecenderungan menguat didukung oleh imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah, dan tetap baiknya prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Kami akan jaga stabilitas nilai tukar rupiah dan akan membawanya untuk menguat. Didukung oleh komisi fundamental ekonomi kita yang baik termasuk imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah, demikian juga prospek ekonomi yang membaik," kata dia.
Editor: Rizky Agustian