Saeful Bahri Penyuap Eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan Divonis 1 Tahun 8 Bulan Penjara

Rizki Maulana ยท Kamis, 28 Mei 2020 - 14:23 WIB
Saeful Bahri Penyuap Eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan Divonis 1 Tahun 8 Bulan Penjara

Tersangka kasus dugaan suap PAW anggota DPR kepada eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan, Saeful Bahri. (Foto: iNews.id/Rizki Maulana)

JAKARTA, iNews.id - Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menjatuhkan vonis penjara 1 tahun 8 bulan dan denda Rp150 juta subsider 4 bulan kurungan terhadap Saeful Bahri. Mantan staf Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto ini dinyatakan terbukti bersalah menyuap Wahyu Setiawan selaku anggota Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Mengadili, menyatakan terdakwa Saeful Bahri telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut. Menjatuhkan pidana penjara 1 tahun 8 bulan pidana dan pidana denda Rp150 juta, dengan ketentuan apabila tidak membayar diganti dengan kurungan penjara selama 4 bulan," kata Ketua Majelis Hakim Panji Surono saat membacakan vonis, Kamis (28/5/2020).

Vonis yang diterima Saeful lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK). JPU KPK sebelumnya menuntut Saeful dengan pidana penjara selama 2 tahun 6 bulan dan denda Rp150 juta.

Majelis Hakim menilai, ada dua hal memberatkan Saeful. Pertama, Saeful dinilai tidak membantu program pemerintah dalam memberantas korupsi. Sebagai kader atau anggota partai politik, Saeful juga dinilai tidak memberi contoh yang baik.

Sementara, yang meringankan Saeful ada tiga hal. Pertama, berlaku sopan selama menjalani persidangan, memiliki tanggungan keluarga, dan belum pernah menjalani hukuman.

Majelis hakim menyatakan Saeful terbukti secara sah hendak memberikan uang berjumlah Rp1,25 miliar kepada Wahyu. Dari jumlah tersebut, uang yang disetor baru Rp600 juta dalam pecahan dolar Singapura.

Tujuan pemberian suap agar Wahyu, selaku orang yang memiliki kewenangan di KPU mengupayakan Harun Masiku sebagai anggota DPR melalui PAW menggantikan Riezky Aprilia.

Uang suap tersebut diberikan Saeful melalui eks orang kepercayaan Wahyu yang juga mantan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Agustiani Tio Fridelina.

Atas perbuatannya, Saeful dinyatakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a UU Tipikor Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Editor : Zen Teguh