Sambut Tahun Baru Islam, MUI Ajak Umat Jaga Suasana Sejuk dan Damai

Wildan Catra Mulia ยท Senin, 10 September 2018 - 17:23:00 WIB
Sambut Tahun Baru Islam, MUI Ajak Umat Jaga Suasana Sejuk dan Damai
MUI mengajak umat Islam selalu dalam susana sejuk dan damai dalam mengisi Tahun Baru Islam 1440 Hijriah. (Foto: ilustrasi/AFP).

JAKARTA, iNews.id - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyerukan kepada kaum Muslimin agar memasuki Tahun Baru 1440 Hijriah (1 Muharram) dengan penuh keimanan, ketakwaan dan keikhlasan. Selain itu, umat diajak senantiasa mengharap ridla Allah SWT dalam suasana hati yang sejuk, tenang dan damai.

”Kami berharap semoga di tahun 1440 Hijriah ini dapat meningkatkan amal kebajikan agar dapat memberikan kemanfaatan sebesar-besarnya bagi umat manusia, bangsa dan negara,” kata Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa’adi dalam keterangan tertulis yang diterima iNews.id di Jakarta, Senin (10/9/2018).

Dia menuturkan, MUI juga menyerukan kepada kaum Muslimin untuk mengembangkan sikap toleransi (tasamuh), keseimbangan (tawazun), dan bersikap adil (i'tidal) dalam menjalankan ajaran agama, agar tidak terjebak pada pertentangan dan perselisihan sempit (furuiyyat) dalam menjalankan ajaran agama. Sikap-sikap ini demi mewujudkan persaudaraan Islam (ukhuwah islamiyyah) dan persatuan umat (wihdatul ummah).

MUI mengajak kepada seluruh komponen bangsa untuk mengembangkan wawasan kebhinnekaan sejati, menciptakan kehidupan berbangsa dan bernegara yang rukun, harmonis, saling menghormati, mencintai dan menolong dalam semangat persaudaraan kebangsaan (ukhuwah wathaniyyah).

Secara khusus, MUI juga mengimbau di tahun politik saat ini semua pihak khususnya elite politik hendaknya bisa menahan diri dalam mengekspresikan sikapnya termasuk dalam menyampaikan pernyataan pendapat agar tidak membuat suasana semakin panas, tegang, dan penuh dengan kecurigaan.

Menurut Zainut, perbedaan pilihan tidak harus diwarnai dengan saling menjelekkan dan memfitnah, menyebarkan hoaks dan ujaran kebencian. Karena, hal tersebut selain tidak memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat juga dapat menimbulkan gesekan dan retaknya bangunan kebangsaan kita.

”Jadikanlah perbedaan aspirasi politik sebagai rahmat untuk saling menghormati dan memuliakan agar ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathaniyah tetap terpelihara,” kata dia.

MUI juga mengingatkan kepada para penyelenggara negara bahwa tujuan dibentuknya NKRI adalah untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Tujuan yang luhur tersebut, menurut pandangan MUI, belum sepenuhnya dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia. Untuk itu, kepada pemerintah harus lebih sungguh-sungguh bekerja dan berpihak kepada kepentingan rakyat kecil sehingga kesenjangan dan ketidakadilan dapat segera diatasi.

"MUI mengajak kepada seluruh bangsa Indonesia agar menjadikan Tahun Baru Islam 1440 Hijriah sebagai tahun kepedulian sosial terhadap sesama," ujarnya.

Untuk itu, MUI mengimbau kepada para dermawan (aghniya), pengusaha baik BUMN maupun swasta untuk menggalang solidaritas nasional dalam rangka meringankan beban penderitaan para korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Bantuan itu sebagai bentuk refleksi dari nilai-nilai kemanusiaan, kasih sayang, kepedulian dan saling menolong antarsesama dalam kebajikan dan ketakwaan untuk mewujudkan tatanan masyarakat yang adil, bahagia, sejahtera lahir dan batin.

Editor : Zen Teguh