Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Menurun, BMKG Lanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada terhadap dinamika atmosfer akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Warga di wilayah yang masih terdampak abu vulkanik diminta membatasi aktivitas di luar rumah.
Masyarakat yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan juga diimbau menggunakan masker dan kacamata pelindung. Selain itu, warga diminta terus mengikuti informasi resmi dari BMKG, PVMBG, BNPB, dan pemerintah daerah.
Sementara itu, Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani mengatakan pihaknya masih memantau pergerakan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau secara intensif.
Pada Selasa (8/9/2026) pukul 09.00 WIB, abu vulkanik secara umum terpantau berada pada ketinggian hingga 7.000 kaki atau sekitar 2,13 kilometer dan bergerak ke arah selatan-barat daya.
Sebaran abu tersebut mencakup sebagian wilayah Banten bagian barat laut dan Samudra Hindia di barat laut Banten. Kecepatan pergerakannya berkisar 5-10 knot atau sekitar 9,3-18,5 kilometer per jam.