Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Menurun, BMKG Lanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca
"Pantauan cuaca di sekitar GAK dan perairan Selat Sunda cenderung cerah hingga cerah berawan dari pagi hingga malam hari," ujar Andri.
Selain sebaran abu vulkanik, BMKG juga terus memantau potensi tsunami akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Plh Deputi Bidang Geofisika BMKG Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan, pemantauan melalui 20 tsunami gauge dan High-Frequency (HF) Radar Array di Carita dan Tanjung Lesung tidak menemukan anomali gelombang muka air laut.
Dengan kondisi tersebut, probabilitas terjadinya tsunami masih berada pada kategori rendah, yakni di bawah 50 persen. Tinggi gelombang di sekitar Selat Sunda dalam tujuh hari ke depan, 8-13 September 2026, diprakirakan berkisar 0,5-3 meter.
"Hingga pagi ini, tidak terdeteksi anomali kenaikan tinggi muka air laut ataupun perubahan pola arus permukaan secara signifikan yang mengindikasikan akan terjadinya tsunami," ucap Ardhasena.