Sebelum Jadi Tersangka, Imam Nahrawi Dicegah ke Luar Negeri Sejak 23 Agustus

Aditya Pratama ยท Kamis, 19 September 2019 - 14:50 WIB
Sebelum Jadi Tersangka, Imam Nahrawi Dicegah ke Luar Negeri Sejak 23 Agustus

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah Kemenpora ke KONI pada 2008. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga Imam Nahrawi menerima uang dengan total Rp26,5 miliar melalui asisten pribadinya, Miftahul Ulum, dalam rentang 2014-2018.

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, ternyata politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu telah dicegah ke luar negeri sejak akhir Agustus 2019. Permintaan tersebut disampaikan lembaga antirasuah.

"(Imam Nahrawi) sudah (dicekal oleh KPK). Dari 23 Agustus kemarin," ujar Kasubag Humas Ditjen Imigrasi Kemenkumham Sam Fernando saat dikonfirmasi, Kamis (19/9/2019).

BACA JUGA:

Jokowi: Imam Nahrawi Mundur dari Menpora

Jadi Tersangka KPK, Menpora Imam Nahrawi Akan Patuhi Proses Hukum

Tersangka Kasus Suap KONI, Menpora Imam Nahrawi Diduga Terima Uang Rp26,5 Miliar

Sam menambahkan, masa pencekalan ke luar negeri yang ditujukan kepada Imam berlaku selama enam bulan. "Enam bulan sejak surat tersebut terbit," katanya.

Sebelumnya, KPK menetapkan Imam Nahrawi dan Asisten Pribadi Menpora Miftahul Ulum sebagai tersangka. Mereka berdua ditetapkan dalam rangka pengembangan kasus ini sebelumnya.

Imam Nahrawi diduga telah menerima uang dengan total senilai Rp26,5 miliar terkait dengan perkara ini. Penerimaan itu diketahui terjadi dua kali, pertama sebanyak Rp14,7 miliar dan Rp11,8 miliar.

Dalam perkara ini, Imam Nahrawi dan Ulum disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) Pasal 64 ayat (1) KUHP.


Editor : Djibril Muhammad