Jadi Tersangka KPK, Menpora Imam Nahrawi Akan Patuhi Proses Hukum

iNews, Ayu Jelita, Gina Atiqasari ยท Rabu, 18 September 2019 - 21:34 WIB
Jadi Tersangka KPK, Menpora Imam Nahrawi Akan Patuhi Proses Hukum

Menpora Imam Nahrawi ditetapkan sebagai tersangka kasus suap dana hibah KONI oleh KPK, Rabu (18/9/2019). (Foto: iNews.id/Ilma de Sabrini).

JAKARTA, iNews.id – Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi merespons penetapan dirinya sebagai tersangka kasus dugaan suap dana hibah KONI oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Politikus PKB ini akan mematuhi dan mengikuti proses hukum atas kasus tersebut.

"Saya sudah dengar apa yang disampaikan pimpinan KPK, saya akan patuh dan mengikuti proses-proses hukum yang ada," kata Imam Nahrawi di rumah dinasnya, Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Rabu (18/9/2019). 

Nahrawi berharap kasus yang menjerat penetapan tersangka ini bukan sesuatu yang bersifat politik atau bersifat di luar hukum. Dia percaya kebenaran akan dibuka sebenar-benarnya.

Juru Bicara KPK (kiri) dan Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengumumkan penetapan tersangka Menpora Imam Nahrawi, Rabu (18/9/2019).

Mengenai penetapan tersangka itu, dirinya mengaku belum mengetahui materi dari KPK. Mantan anggota DPR dari Fraksi PKB ini juga enggan berspekulasi atas apa yang terjadi. Prinsipnya, asas praduga tak bersalah harus dikedepankan. Dia pun siap membuktikan di pengadilan.

”Tentu pada saatnya itu harus kita buktikan bersama-sama karena saya tidak seperti yang dituduhkan, dan kita akan ikuti nanti seperti apa proses yang ada di pengadilan,” ucapnya.

BACA JUGA: Jadi Tersangka KPK, Ini Sosok Menpora Imam Nahrawi

KPK menetapkan Imam Nahrawi sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan suap dana hibah KONI. Dalam perkara sama, KPK juga menetapkan Asisten Pribadi Menpora, Miftahul Ulum, sebagai tersangka.

"KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan sebagai tersangka, yaitu IMR (Imam Nahrawi) dan MIU (Miftahul Ulum)" kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata saat menggelar konferensi pers di gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (18/9/2019)

KPK menduga Nahrawi menerima uang suap Rp26,5 miliar dalam rentang waktu 2016-2018. Uang itu digunakan untuk kepentingan Menpora dan pihak terkait lainnya.

KPK juga menyatakan, sebelum ditetapkan tersangka, Nahrawi telah dipanggil tiga kali secara patut untuk didengarkan keterangannya. Namun, dia tidak pernah hadir.

Soal ini, Menpora menepisnya. Dia mengaku tidak pernah menerima panggilan. ”Belum, belum,” ucapnya.


Editor : Zen Teguh