Secapa TNI AD Jadi Klaster Baru Covid-19, DPR Minta Sekolah Asrama Dites Periodik

Kiswondari Pawiro ยท Jumat, 10 Juli 2020 - 10:52 WIB
Secapa TNI AD Jadi Klaster Baru Covid-19, DPR Minta Sekolah Asrama Dites Periodik

Ilustrasi Covid-19. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id – Sekolah Calon Perwira (Secapa) TNI AD, Bandung, Jawa Barat (Jabar) menjadi klaster baru penyebaran pandemi virus corona (Covid-19). Hal itu terjadi usai 1.262 orang dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.

Wakil Ketua Komisi IX DPR Melkiades Laka Lena menilai sekolah atau tempat pelatihan dengan asrama rentan menjadi klaster penyebaran baru. Dia meminta swab test PCR secara periodik diperlukan selain memberlakukan protokol kesehatan secara detail dan ketat.

"Pemberlakuan protokol kesehatan di sekolah atau pelatihan berasrama seperti pesantren, seminari, atau Secapa TNI AD yang sekarang mengalami klaster terbesar harus dilakukan ketat dan disiplin. Potensi penularan satu komunitas sekaligus sangat mungkin terjadi jika salah satu anggota komunitas terkena Covid-19," katanya kepada wartawan, Jumat (10/7/2020).

Melki meminta semua pihak meng antisipasi ekstra ketat kondisi lingkungan yang tertutup dan interaksi yang rutin setiap hari dari semua anggota peserta didik dan pendidik selama 24 jam selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan. Dia mengusulkan, protokol kesehatan dibuat lebih detail, jelas dan konkret. Protokol juga harus diberlakukan jauh lebih ketat dan disiplin.

"Jaga jarak, cuci tangan gunakan sabun, pakai masker harus jadi kebiasaan dalam hidup sehari-hari. Pengecekan secara acak dan berkala melalui rapid test atau PCR/TCM tentunya rutin dilakukan secara periodik seminggu atau dua minggu sekali untuk memastikan apakah komunitas asrama masih aman atau ada yang terjangkit," tuturnya.

Dalam kasus Secapa TNI AD, politikus Partai Golkar ini menuturkan jika ada satu yang terjangkit maka diperkirakan semuanya terdampak. Penyebaran Covid-19 hanya tergantung pada imunitas dan kondisi tubuh masing-masing.

"Ada yang terkena tapi tanpa gejala, ada yang gejala ringan, sedang dan bahkan berat," ucapnya.

Partai Golkar mengusulkan agar semua sekolah atau komunitas yang memiliki asrama dapat dilakukan pengecekan secara rutin seminggu atau dua minggu oleh pengelola atau pendidik dengan dibantu oleh pemerintah daerah (pemda) atau Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

"Pelajaran kasus secapa TNI AD bisa dihindari di waktu mendatang. Pemberlakuan protokol kesehatan juga harus dilakukan dan diawasi lebih ketat oleh pendidik atau pengelola disupervisi aparat pemda dan Gugus Tugas," ujarnya.

Editor : Djibril Muhammad