Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jurnalis iNews dan 4 Wartawan Hilang Kontak, Kemkomdigi Perkuat Jaringan Telekomunikasi Bantu Pencarian
Advertisement . Scroll to see content

Sejarah Letusan Dahsyat Gunung Krakatau Tahun 1883, Dampaknya Sampai Eropa

Senin, 07 September 2026 - 02:01:00 WIB
Sejarah Letusan Dahsyat Gunung Krakatau Tahun 1883, Dampaknya Sampai Eropa
Lukisan ilustrasi meletusnya Gunung Krakatau tahun 1883 (dok. Wikimedia)
Advertisement . Scroll to see content

Kajian tsunami modern menunjukkan gelombang yang ditimbulkan letusan mencapai puluhan meter di sejumlah kawasan pesisir Selat Sunda. GeoNet, lembaga pemantauan geohazard Selandia Baru, menyebut tsunami sekitar 30 meter dan menyebut sekitar 165 desa pesisir di Jawa dan Sumatra terdampak.

Setelah rangkaian ledakan berakhir, pemandangan di Selat Sunda berubah. Krakatau yang sebelumnya merupakan pulau besar sebagian besar telah lenyap. Keruntuhan tubuh gunung membentuk sebuah kaldera besar di bawah laut.

Menurut Smithsonian Global Volcanism Program, letusan 1883 menghancurkan kerucut Danan dan Perbuwatan serta menyisakan bagian dari Rakata.

Dari kawasan kaldera inilah kelak muncul gunung api baru yang dikenal sebagai Anak Krakatau. Anak Krakatau tumbuh di dalam kaldera yang terbentuk akibat letusan 1883. Aktivitas erupsi Anak Krakatau kemudian mulai tercatat sejak 1927.

Dunia Ikut Merasakan Dampaknya

Dampak letusan Krakatau tidak berhenti di Indonesia. Material vulkanik yang terlontar sangat tinggi ke atmosfer memengaruhi kondisi langit di berbagai wilayah dunia, termasuk di Eropa.

Beberapa bulan setelah letusan, laporan mengenai matahari terbenam dengan warna merah dan jingga yang tidak biasa bermunculan di berbagai tempat.

Natural History Museum Inggris mengungkapkan, letusan Krakatau berkontribusi terhadap perubahan atmosfer dan pendinginan global setelah erupsi.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut