Sejarah Letusan Dahsyat Gunung Krakatau Tahun 1883, Dampaknya Sampai Eropa
Penelitian vulkanologi menyebut fase klimaks berlangsung sekitar 26-27 Agustus 1883. Smithsonian Institution mencatat letusan tersebut menghancurkan sebagian besar pulau dan membentuk kaldera bawah laut.
Pada akhir Agustus, aktivitas gunung semakin dahsyat. Kolom abu membubung tinggi, ledakan terdengar dari jarak jauh, sementara material vulkanik berjatuhan di kawasan sekitar Selat Sunda.
Kapal-kapal yang berada di perairan sekitar Krakatau melaporkan kondisi laut dan atmosfer yang berubah drastis. Abu dan batu apung bahkan menghujani kapal yang berada tidak jauh dari sumber letusan.
Puncak tragedi terjadi pada Senin, 27 Agustus 1883. Serangkaian ledakan besar mengguncang Krakatau sejak pagi. Salah satu ledakan terbesar terjadi sekitar pukul 10.00 waktu setempat.
Besarnya energi letusan menghasilkan gelombang tekanan atmosfer yang merambat sangat jauh. Catatan sejarah menunjukkan suara ledakan Krakatau terdengar hingga wilayah yang berjarak ribuan kilometer dari sumbernya.