Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Purbaya Suntik Anggaran Tambahan Rp4,6 Triliun untuk Penanganan Bencana Sumatra
Advertisement . Scroll to see content

Sejarah Letusan Gunung Krakatau, 1883 Paling Dahsyat

Sabtu, 11 April 2020 - 05:00:00 WIB
Sejarah Letusan Gunung Krakatau, 1883 Paling Dahsyat
Erupsi Gunung Anak Krakatau pada 2018 lalu. (Foto: dok Antara).
Advertisement . Scroll to see content

Saking dahsyatnya, kawasan Eropa bahkan sampai gelap karena tertutup abu vulkanik dari gunung ini. Dampak letusan, setidaknya 36.417 orang meninggal dunia akibat tsunami.

Letusan Krakatau terjadi 26 Agustus 1883 (gejala muncul awal Mei). Puncak letusan hebat meruntuhkan kaldera. Sehari kemudian atau 27 Agustus, dua pertiga bagian Krakatau runtuh dalam sebuah letusan berantai dan melenyapkan sebagian besar pulau di sekelilingnya.

Pada 1927 muncul gunung api di permukaan laut yang kemudian dikenal sebagai Gunung Anak Krakatau. Gunung kecil itu terus-menerus meletus untuk tumbuh. Rata-rata setiap tahun bertambah tinggi 4-6 meter.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pernah menyatakan, letusan pada 1883 akan sulit terulang kembali. Letusan-letusan yang terjadi hampir setiap hari dari Gunung Anak Krakatau sekarang ini merupakan fenomena biasa. Seperti halnya anak dalam fase pertumbuhan, Gunung Anak Krakatau juga meletus untuk membesar dan meninggikan tubuhnya.

Editor: Zen Teguh

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut