Sejarah Munculnya Gunung Anak Krakatau, Lahir dari Bawah Laut usai Sang Ibu Mengamuk Dahsyat
Sejak saat itu, gunung api tersebut terus berada dalam fase konstruksi, yakni proses membangun dan memperbesar tubuh gunung melalui aktivitas vulkanik.
Sejumlah catatan sejarah dan literatur geologi kemudian menyebut kemunculan daratan permanen Anak Krakatau berlangsung sekitar 1930. Perbedaan penyebutan tahun tersebut berkaitan dengan proses kemunculannya yang berlangsung bertahap, bukan seperti sebuah pulau yang langsung terbentuk dalam satu letusan.
Dari sinilah nama Anak Krakatau digunakan untuk menyebut gunung api baru yang tumbuh di dalam kaldera Krakatau.
Setelah muncul di atas permukaan laut, Anak Krakatau tidak berhenti tumbuh. Aktivitas erupsi yang berlangsung berulang membuat tubuh gunung terus bertambah tinggi dan volumenya semakin besar.
Penelitian yang diterbitkan dalam Indonesian Journal of Geology menyebut Anak Krakatau tumbuh cepat sejak kemunculannya. Dalam periode 1930 hingga 2005, ketinggiannya mencapai sekitar 315 meter dengan rata-rata pertumbuhan sekitar empat meter per tahun.