Sejarah Munculnya Gunung Anak Krakatau, Lahir dari Bawah Laut usai Sang Ibu Mengamuk Dahsyat
Anak Krakatau telah mengalami aktivitas erupsi yang cukup sering sejak 1927. Gunung api muda tersebut menjadi contoh nyata bagaimana sebuah gunung dapat terus dibangun oleh aktivitas magma dari waktu ke waktu.
Proses tersebut membuat Anak Krakatau berbeda dengan gunung api yang sejak awal sudah terbentuk sebagai gunung besar. Tubuhnya merupakan hasil akumulasi material vulkanik baru di dalam kaldera yang terbentuk oleh letusan Krakatau 1883.
Kehilangan Sebagian Tubuhnya
Pertumbuhan Anak Krakatau terus berlangsung selama puluhan tahun. Namun, pada 22 Desember 2018, perubahan besar kembali terjadi.
Erupsi dan longsoran sebagian tubuh gunung menyebabkan sebagian besar bangunan Anak Krakatau runtuh.
Runtuhnya sebagian tubuh gunung kemudian memicu tsunami yang menerjang kawasan pesisir di sekitar Selat Sunda dan menimbulkan korban jiwa.
Peristiwa itu sekaligus mengingatkan bahwa Anak Krakatau bukan sekadar peninggalan sejarah letusan Krakatau 1883. Gunung tersebut masih merupakan gunung api aktif yang terus mengalami perubahan.
Editor: Reza Fajri