SETARA Desak Polisi Bongkar Aktor di Balik Kekerasan Ormas saat Demo: Jangan Berhenti pada Pelaku Lapangan
"Jangan sampai pola lama tersebut muncul kembali dalam bentuk baru: seragamnya sipil, organisasinya diklaim sebagai organisasi kemasyarakatan, tetapi wataknya koersif dan digunakan untuk menghadapi rakyat," kata Hendardi.
Dia menegaskan negara hukum tidak boleh menyerahkan pengendalian ruang demokrasi kepada kelompok sipil yang menggunakan kekerasan.
Pemerintah dan Kepolisian juga diminta memastikan jalanan tidak berubah menjadi arena pertarungan antarkelompok yang mengorbankan hak konstitusional warga. Demonstrasi merupakan hak warga negara, sedangkan kekerasan harus diproses berdasarkan hukum.
Karena itu, Hendardi meminta negara membedakan secara tegas massa yang menyampaikan aspirasi secara damai dengan pihak yang sengaja menciptakan kekacauan.
"Jangan sampai segelintir orang merusak legitimasi aksi damai dan aspirasi warga. Jangan pula premanisme mengalahkan kebebasan sipil, dan jangan biarkan militerisme kembali hadir dengan berkedok sipil," ujarnya.