Setop Penyebaran Virus Korona, Pemerintah Tambah 32 RS Rujukan

Riezky Maulana ยท Selasa, 03 Maret 2020 - 00:05 WIB
Setop Penyebaran Virus Korona, Pemerintah Tambah 32 RS Rujukan

Menkes Terawan Agus Putranto dan jajarannya saat konferensi pers di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Senin (2/3/2020). (Foto: iNews.id/Riezky Maulana)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah menyebut akan membatasi arus masuk warga negara asing (WNA) ke Indonesia. Pemerintah juga akan memperbanyak rumah sakit (RS) rujukan di daerah-daerah untuk membantu penanganan virus korona (Covid-19) di Indonesia.

Direktur Direktorat Jenderal (Ditjen) Pelayanan Kesehatan (Yankes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Bambang Wibowo mengatakan, pemerintah tengah menyiapkan 32 rumah sakit rujukan tambahan.

"Sedang disiapkan lagi ada 32 (RS) yang akan ditambahkan untuk menjadi rumah sakit rujukan," katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (3/2/2020).

Sebanyak 32 RS tersebut, Bambang mengatakan, menambah 100 rumah sakit rujukan lain yang sudah disediakan terkait penanganan virus korona. Puluhan RS itu telah disiapkan dalam beberapa tahun terakhir untuk menjadi rumah sakit rujukan penyakit flu.

"Sudah disosialisasikan, termasuk sistem rujukan sehingga rumah sakit yang ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan tadi juga melakukan simulasi dan sebagainya bersama dengan seluruh komponen di situ. Mulai dari KKP, kemudian Dinas Kesehatan, fasilitas kesehatan primer maupun rumah sakitnya," tuturnya.

Rumah sakit rujukan baru itu, Bambang memastikan, juga mengikuti standar operasional yang diberlakukan di rumah sakit rujukan lain yang sudah terkemuka.

"Iya, termasuk bagaimana standar mengambil material. Kemudian media yang digunakan, kemudian transportasinya seperti apa. Semua sudah distandardisasi. Sudah semuanya," katanya.

Presiden Joko Widodo mengumumkan dua WNI, yaitu seorang ibu berusia 64 tahun dan anaknya berusia 31 tahun di Depok, Jawa Barat, positif terjangkit virus korona (Covid-19) dan dirawat di RS Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso Jakarta, sejak 1 Maret 2020.

Editor : Djibril Muhammad