SGTC bersama Kementerian Investasi dan UPN Veteran Jakarta, Pacu Mahasiswa Jadi Entrepreneur
"Jadi tidak ada alasan lagi untuk adik-adik mahasiswa yang akan memulai usaha, terkendala dengan perizinan. Cukup lewat OSS berbasis risiko maka akan mendapatkan izin. OSS dimaksudkan untuk memangkas waktu dan birokrasi dalam proses perizinan usaha. Tidak ada lagi istilah rumit dalam mendapatkan izin usaha,” ucapnya.

Seperti diketahui, tingkat risiko kegiatan usaha dalam sistem perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik, dibagi menjadi empat kategori, yaitu Rendah (R), Menengah Rendah (MR), Menengah Tinggi (MT), Tinggi (T). Tingkatan tersebut didasarkan pada potensi terjadinya bahaya terhadap kesehatan, keselamatan, lingkungan, dan pemanfaatan sumber daya alam.
Perizinan berusaha untuk kegiatan usaha dengan tingkat risiko rendah dan menengah rendah, dapat diselesaikan melalui sistem OSS tanpa perlu verifikasi atau persetujuan dari kementerian, lembaga, atau pemerintah daerah. Sementara itu, untuk kegiatan usaha dengan tingkat risiko menengah tinggi dan tinggi, diperlukan verifikasi atau persetujuan dari pihak-pihak tersebut.
Perizinan dan legalitas usaha memang menjadi hal yang kompleks dan cenderung berbelit-belit, terlebih bagi para anak muda dan mahasiswa. Melalui SGTC, diharapkan mahasiswa memperoleh informasi kemudahan perizinan, dan tidak lagi ragu-ragu dalam mengembangkan ide bisnis.
Sementara itu, Dekan FEB UPNVJ Jubaedah menilai SGTC sebagai ajang yang sangat bermanfaat. Menurutnya, mahasiswa bisa saling berbagi pengetahuan dengan para narasumber yang sudah expertised di bidangnya. Melalui gelaran ini, FEB UPNVJ mendukung mahasiswa untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan.
"Melalui kegiatan SGTC, tentu ini sangat banyak sekali manfaatnya bagi mahasiswa yang merupakan entrepreneur muda. Dapat membuka wawasan serta pengalaman bagi mahasiswa yang sudah menjadi entrepreneur maupun yang tengah berminat di dunia usaha," katanya.
Editor: Rizqa Leony Putri