Sosok Abdul Halim Iskandar, Menteri Desa yang Baru
JAKARTA, iNews.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan memilih Abdul Halim Iskandar sebagai menteri desa, pembangunan daerah tertinggal, dan transmigrasi (mendes PDTT) di Kabinet Indonesia Maju. Dia menggantikan Eko Putro Sandjojo, rekan satu partainya di PKB yang menjabat di kementerian itu sejak 2016-2019.
Abdul Halim lahir 57 tahun silam, tepatnya pada 14 Juli 1962. Dia adalah kakak kandung dari Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau lebih akrab disapa Cak Imin.
Halim juga cicit dari pendiri Nahdlatul Ulama (NU) dan pendiri Pondok Pesantren Mambaul Maari di Denanyar Jombang, KH Bisri Syansuri. Pendidikan tinggi dijalani Halim pada dekade 1980-an. Saat masih menjadi mahasiswa, dia tercatat aktif berorganisasi di organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).
Di PMII, Halim menjadi ketua komisi pada periode 1984–1986. Kemudian, Halim juga alumnus Pascasarjana IKIP Malang.
Memiliki latar belakang organisasi yang baik, Halim memutuskan berkecimpung dalam dunia politik melalui Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Di tahun 2014, Halim maju menjadi wakil rakyat Provinsi Jawa Timur (Jatim). Di sana, dia menjabat sebagai ketua DPRD Provinsi Jatim periode 2014-2019.
Di Pemilu 2019, Halim kembali menjadi calon legislatif di Jatim. Akhirnya dia terpilih kembali sebagai wakil rakyat Jatim. Namun, kali ini dia tidak mendapatkan jabatan sebagai ketua DPRD Provinsi Jatim, melainkan hanya wakil ketua.
Kini, Halim ditunjuk Jokowi jadi mendes PDTT. Dalam sepak terjangnya sebagai politikus, Halim pernah dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk sejumlah kasus. Di antaranya, dia diperiksa sebagai saksi terkait dengan kasus tindak pidana pencucian uang dengan tersangka mantan Bupati Nganjuk, Taufiqurrahman.
Editor: Ahmad Islamy Jamil