Stafsus Menag Dampingi Korban Penganiayaan Perkara Petasan Acara Maulid ke Polda Metro untuk Dapatkan Keadilan
Selain mendampingi korban, Gugun juga menyampaikan perspektif Kementerian Agama mengenai penyelenggaraan kegiatan keagamaan. Menurutnya, kegiatan keagamaan merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat, namun pelaksanaannya tetap perlu memperhatikan ketertiban, kenyamanan, serta kondisi masyarakat di lingkungan sekitar.
“Perayaan keagamaan harus menjadi bagian dari upaya menghadirkan kedamaian. Kita tentu ingin setiap kegiatan keagamaan berjalan dengan baik, tetapi pada saat yang sama juga harus menghormati ketenangan dan hak masyarakat sekitar,” ujar Gugun.
Dia menambahkan, semangat kerukunan tidak hanya diwujudkan melalui dialog antarumat beragama, tetapi juga melalui kemampuan masyarakat untuk saling menghormati ketika menjalankan aktivitas keagamaan di ruang sosial yang sama.
“Kita ingin kegiatan keagamaan berjalan dengan baik dan masyarakat juga merasa aman serta nyaman. Inilah bagian dari pelayanan dan kerukunan yang harus terus kita jaga bersama,” katanya.
Gugun berharap langkah yang ditempuh Amanda dapat menjadi pintu penyelesaian persoalan melalui mekanisme yang berlaku. Dia juga mengajak seluruh pihak untuk tetap menahan diri dan tidak memperluas persoalan menjadi konflik di tengah masyarakat.
“Kita serahkan prosesnya kepada pihak yang berwenang. Yang paling penting, semua pihak tetap tenang, saling menghormati, dan tidak memperkeruh keadaan. Kita ingin persoalan ini diselesaikan dengan baik,” tutup Gugun.
Pendampingan tersebut sejalan dengan peran Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat sekaligus menjaga kerukunan umat. Dalam menjalankan tugasnya, Kemenag terus mendorong agar kehidupan keagamaan dapat berlangsung secara tertib, damai, dan tetap menghormati keberadaan masyarakat di sekitarnya.
Editor: Puti Aini Yasmin