Sudah Ada Waktu 6 Bulan Sosialisasi, Mestinya Tidak Ada Komplain Zonasi
Yang belum baik segera dibetulkan. Iadi saya kira untuk sekolah negeri memang cukup penuh. Apalagi di Jawa Barat, misalnya, itu sangat kompleks. Tapi dengan menggunakan zonasi, itu sangat bagus. Jadi di Jawa Barat ada perangkingan. Tidak boleh ada anak peserta didik yang tidak sekolah. Sekolah swasta berperan besar. Sekolah swasta saya meminta memperbaiki diri. Sekolah swasta harusnya memiliki kemampuan lebih sehingga menjadi pilihan lebih.
Ya, kalau memang dibandingkan dengan negara yang lain, jangan dikira otomatis langsung bagus. Justru bagusnya sistem pendidikan mereka itu dulu bermula dari seperti kita ini. Kita benahi secara bertahap. Kemudian muncul sistem mereka yang bagus, sistem zonasi itu. Karena itulah kita terdorong untuk juga menerapkan sistem zonasi ini karena berdasarkan apa yang telah dilakukan beberapa negara cukup bagus. Seperti Jepang, Australia bahkan juga Amerika dan Malaysia mulai terapkan zonasi juga.
Jadi jangan dibalik semuanya rata dulu, kualitasnya bagus dulu, baru kemudian diterapkan zonasi. Kalau sudah merata tidak perlu ada zonasi. Anak-anak sudah akan buat pilihan sendiri, bahwa ngapain jauh-jauh kalau di tempatnya sudah sangat bagus.
Malah problem di Indonesia ini justru yang kita atasi ialah terjadinya ketimpangan sarana-prasarana, ketimpangan guru yang itu mau kita atasi dengan basis zonasi ini. Kita selesaikan secara mikro tetapi simultan dan serempak per zonasi tetapi dalam waktu yang sama.
Saya tentu saja berkeyakinan bahwa kemauan baik dan kesungguhan terutama dari pemerintah daerah pasti akan bisa kita seger realisasikan program kita yaitu pemerataan pendidikan yang berkualitas di Indoensia.
Jadi, zonasi ini sangat dibutuhkan?
Saya kira sesuai dengan kajian dan saran-saran dan bahkan ini termasuk rekomendasi dari Ombudsman. Ini bukan maunya Kemendikbud saja, tetapi kita juga sudah dengar saran termasuk saran yang sangat kita perhatikan ialah saran Ombudsman tentang pentingnya segera diatasi maslaah ketimpangan, ketidakmerataan kualitas dengan pendekatan zonasi ini.
Editor: Zen Teguh