Target KPK 2019: Tuntaskan 200 Kasus Korupsi
Dia menjelaskan, pencehahan dilakukan secara intens untuk menyelamatkan anggaran negara. Sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat uang negara.
Kado Akhir Tahun KPK
Saut mengambil contoh seperti 'kado akhir tahun' dari KPK yakni kasus suap PUPR yang diduga pejabat negara mengambil fee 10 persen dari proyek. Menurut dia, sepuluh persen sangat berarti dalam pembangunan negri.
"Sebab kalau mengambil contoh OTT PUPR belum lama ini di mana ada angka 10 persen singgah kantong penyelenggara negara, maka anda bisa bayangkan 10 persen dari Rp 2.400 triliiun singgah ke mana-mana, tidak sampai sasaran. Ada Rp 240 triliun uang hilang," katanya.

Uang tersebut, Saut menambahkan, seharusnya dapat digunakan untuk memberikan kesejahteraan bagi banyak orang, seperti pembangunan sarana air bersih di sejumlah daerah.
"Angka Rp240 triliun, minimal dapat membangun 240 km MRT bawah tanah, bisa buat SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum ), air Bersih. Bahkan, bisa diminum langsung sebanyak di 200 lokasi di mana masing masing bisa dinikmati 60.000 rumah tangga," ujarnya.