Temui Mahfud MD, Dubes Saudi: Masalah Habib Rizieq sedang Dinegosiasikan

Antara, Aditya Pratama ยท Senin, 25 November 2019 - 17:49 WIB
Temui Mahfud MD, Dubes Saudi: Masalah Habib Rizieq sedang Dinegosiasikan

Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. (Foto: Okezone/dok).

JAKARTA, iNews.id - Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Essam bin Abed Al-Thaqafi bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (25/11/2019). Essam mengakui ada pembicaraan tentang pemimpin Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab.

Essam menuturkan, ada negosiasi oleh otoritas tinggi antara Arab Saudi dan Indonesia terkait persoalan Rizieq. Saat ini persoalan tersebut sedang dibicarakan kedua negara.

"Masalah ini sebenarnya sedang dinegosiasikan oleh otoritas/pejabat tinggi kedua negara dan kami berharap ini segera bisa diselesaikan," kata Essam usai melakukan kunjungan kehormatan kepada Menko Polhukam Mahfud MD.

BACA JUGA: Imigrasi Belum Pernah Keluarkan Surat Tangkal untuk Habib Rizieq

Essam tidak menjelaskan secara rinci apa yang telah dinegosiasikan oleh otoritas tinggi kedua negara tersebut. Dia hanya menjelaskan bahwa saat ini negoisasi sedang berlangsung.

Rizieq yang saat ini tinggal di Jeddah, Arab Saudi mengaku dicekal hingga tidak bisa pulang ke Indonesia. Dalam video yang diunggah di akun Youtube, dia mengaku sudah tiga kali berupaya pulang ke Tanah Air, namun tak bisa karena dihalangi.

Essam tidak menjawab terkait dugaan pencekalan tersebut. Dia kembali menegaskan bahwa hal terkait Rizieq sedang dinegoisasikan.

"Saya tidak bisa bicara apa pun karena ini sedang dinegosiasikan secara mendalam oleh kedua otoritas, antara Arab Saudi dan Indonesia," tutur Essam.

Habib Rizieq pergi ke Arab Saudi sejak 26 April 2017. Mulanya Rizieq ke Arab Saudi untuk ibadah umrah. Pada saat yang sama, pihak kepolisian akan memeriksa Rizieq terkait dengan kasus "baladacintarizieq".

Pada Juni 2018, polisi menghentikan penyidikan kasus ini. Namun, Rizieq tak kunjung pulang ke Indonesia.

Rizieq mengaku tidak bisa pulang ke Indonesia karena sejumlah alasan, pertama terkait dengan masalah izin tinggal di Saudi.

Dubes RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel sebelumnya mengatakan bahwa Rizieq tidak bisa pulang karena tinggal di suatu tempat lebih lama daripada masa yang diizinkan (overstay). Solusi atas masalah tersebut yakni dengan membayar denda overstay sekitar 15.000 sampai dengan 30.000 riyal atau Rp110 juta per orang.

BACA JUGA: Menlu Retno Marsudi: Habib Rizieq Masih Pegang Paspor WNI

Namun, faktor overstay ini ditanggapi oleh tim kuasa hukum Rizieq. Mereka menegaskan bahwa overstay bukan kesalahan kliennya karena habisnya visa Rizieq pada 20 Juli 2018. Sebelum masa visa berakhir, Rizieq sudah mencoba untuk keluar dari Saudi supaya visanya masih bisa berlaku.

Pada Milad Ke-21 FPI, Rizieq lalu menuding pemerintah Presiden Joko Widodo meminta ke Kerajaan Arab Saudi agar dirinya dicekal hingga pelantikan presiden. Selanjutnya pada 10 Oktober 2019 melalui video Rizieq menunjukkan bukti surat dua lembar yang disebutnya sebagai surat pencekalan.

Menurut dia, pemerintah Arab Saudi bakal mencabut pencekalannya jika sudah ada perjanjian resmi pemerintah Indonesia untuk tidak mengganggunya.

Sementara itu Mahfud MD dalam wawancara khusus dengan iNews belum lama ini menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia tidak menghalangi Rizieq pulang. Sebagai perwakilan Pemerintah RI, Mahfud siap membantu Rizieq jika tersandung masalah hukum, bahkan juga kepulangannya ke Tanah Air.

“Kalau saya sebagai pemerintah, kalau Habib Rizieq punya masalah hukum saya harus melindungi, kalau ingin pulang saya pulangkan, tetapi kan dia tidak pernah lapor masalahnya apa,” ujar Mahfud, Selasa (19/11/2019) malam.


Editor : Zen Teguh