Tiga Sosok Pendiri Indische Partij, Partai Politik Pertama di Hindia Belanda
Kejadian-kejadian tersebut memicu ide Douwes Dekker untuk mendirikan indische bond, sebuah organisasi yang dipimpin oleh orang-orang asli Hindia Belanda. Namun, organisasi tersebut tidak mendapatkan dukungan yang cukup dari masyarakat sehingga tidak dapat beroperasi dengan baik.
Pada tahun 1912, Douwes Dekker bersama dengan Suwardi Suryaningrat dan Tjipto Mangoenkoesoemo mendirikan sebuah partai politik pertama di Hindia Belanda yang diberi nama Indische Partij. Cipto dan Suwardi adalah dua tokoh asli Indonesia atau pribumi. Tujuan pendirian Indische Partij adalah untuk menciptakan kerja sama antara orang Indo dan bumiputera.
Douwes Dekker, juga dikenal dengan nama Danudirja Setiabudi, merupakan tokoh utama yang mengusulkan terbentuknya Indische Partij atau Partai Hindia. Meskipun ia memiliki keturunan Belanda, Douwes Dekker berperan penting dalam mendorong munculnya semangat nasionalisme di Indonesia pada awal abad ke-20.
Sebagai seorang keturunan Belanda, Douwes Dekker justru berperan dalam menggalang semangat nasionalisme di kalangan bumiputera untuk melawan pemerintahan kolonial saat itu. Selain itu, Douwes Dekker juga terlibat dalam perlawanan rakyat terhadap pemerintah kolonial pada masa itu.
Douwes Dekker bukanlah keturunan asli Indonesia, sehingga ia sering mengalami diskriminasi dari orang Belanda keturunan murni. Sebagai seorang Indo atau Hindia Belanda, ia tidak memiliki akses ke posisi-posisi kunci dalam pemerintahan karena tingkat pendidikannya.